Ibu-Ibu Desa Sarimulyo Gotong Royong Bangun Jalan Bersama TNI dalam TMMD Boyolali 2025

Warga Desa Sarimulyo, termasuk ibu-ibu, antusias gotong royong bangun jalan rabat beton bersama TNI lewat TMMD Sengkuyung Boyolali 2025.

Ibu-Ibu Desa Sarimulyo Gotong Royong Bangun Jalan Bersama TNI dalam TMMD Boyolali 2025
Gotong Royong Tanpa Batas: Ibu-Ibu di Desa Sarimulyo Boyolali Turut Sukseskan TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0724/Boyolali

LINTASTIMURMEDIA.COM – BOYOLALI | Sabtu, 2 Agustus 2025 – Semangat membangun desa kembali menggema di pelosok Boyolali melalui pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2025 yang digelar oleh Kodim 0724/Boyolali. Kali ini, Desa Sarimulyo, Kecamatan Kemusu, menjadi saksi nyata bagaimana sinergi antara TNI dan masyarakat membawa dampak positif yang begitu terasa, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur dan penguatan nilai-nilai gotong royong.

Tak hanya didominasi oleh kaum pria dan pemuda desa, momen ini juga menampilkan wajah lain dari semangat pengabdian: keterlibatan aktif para ibu-ibu Desa Sarimulyo. Mereka dengan sukarela dan penuh semangat ikut ambil bagian dalam proses pengecoran jalan rabat beton, membawa ember berisi air, pasir, dan material koral, berdampingan dengan para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD.

Menurut Danramil Kemusu, Lettu Inf Heri Susanto, apa yang dilakukan para ibu merupakan cerminan kekuatan sosial dan semangat nasionalisme dari warga setempat.

“Peran ibu-ibu di sini luar biasa. Tenaga dan semangat mereka tak kalah dengan kaum pria. Ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga ruang kebersamaan untuk seluruh elemen masyarakat tanpa batas,” ungkapnya dengan penuh apresiasi.

Ia menekankan bahwa TMMD 2025 hadir bukan hanya untuk membangun jalan desa, tetapi juga untuk memperkuat jalinan sosial, memperkokoh semangat gotong royong, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap kampung halaman.

“Kekompakan warga Desa Sarimulyo sangat membanggakan. Mulai dari pemuda, bapak-bapak, hingga ibu-ibu semua bersatu demi kemajuan desa mereka. Inilah makna terdalam dari TMMD, membangun dengan hati dan kebersamaan,” tambah Lettu Heri.

Di tengah debu dan peluh, suara optimisme terdengar dari mulut Ibu Siti (48 tahun), salah satu warga yang tanpa ragu ikut mengangkat ember demi terwujudnya jalan desa yang layak.

“Kalau musim hujan, jalan becek dan susah dilewati. Kalau kemarau, debunya luar biasa. Kami sudah lama mendambakan jalan yang bagus. Makanya kami bantu sebisanya. Semoga amal baik bapak-bapak TNI dibalas Allah SWT,” ucapnya sambil tersenyum haru.

Program TMMD kali ini tak hanya membangun infrastruktur jalan rabat beton yang fungsional, tetapi juga turut menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Gotong royong antara TNI dan masyarakat desa menjadi kekuatan utama yang menjadikan pelaksanaan TMMD di Boyolali begitu bermakna.

Dengan kerja sama yang solid dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2025 Kodim 0724/Boyolali menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal beton dan semen, tetapi tentang hati yang bersatu, tenaga yang menyatu, dan cita-cita mulia untuk kemajuan desa.