Rutan Kelas I Medan Sigap Tangani Banjir

Rutan Kelas I Medan bergerak cepat menangani dampak banjir dengan mengevakuasi warga binaan ke lokasi aman, menjamin logistik, air bersih, serta memastikan aktivitas rutan kembali normal.

Rutan Kelas I Medan Sigap Tangani Banjir
Rutan Kelas I Medan Sukses Tangani Dampak Banjir, Warga Binaan Dievakuasi ke Lokasi Aman dan Kegiatan Kembali Normal

MEDAN – LINTASTIMURMEDIA.COM | 28 November 2025, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan menunjukkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menangani dampak banjir yang sempat merendam sebagian area hunian warga binaan. Di bawah kepemimpinan Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, seluruh jajaran bergerak sigap melakukan langkah-langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta keberlangsungan aktivitas warga binaan tetap terjaga.

Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi mengakibatkan genangan air memasuki sejumlah kamar hunian. Menyikapi kondisi tersebut, pihak Rutan Kelas I Medan langsung melakukan evakuasi terukur dan terkoordinasi guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menjelaskan bahwa warga binaan yang terdampak banjir segera dipindahkan ke lokasi-lokasi yang dinilai aman, kering, dan layak huni.

“Kami dengan sigap memindahkan warga binaan yang kamarnya tergenang air. Mereka kami evakuasi ke tempat sementara seperti Masjid, Gereja, Gedung Fatmawati yang merupakan blok binaan narkoba, serta Blok Hasanuddin,” ujar Andi Surya saat meninjau langsung blok-blok hunian warga binaan, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, langkah cepat tersebut diambil sebagai bentuk komitmen Rutan Kelas I Medan dalam menjamin keselamatan seluruh warga binaan serta memastikan tidak adanya korban akibat bencana banjir.

“Keselamatan warga binaan adalah prioritas utama kami. Alhamdulillah, seluruh warga binaan dalam kondisi baik dan aman,” tegasnya.

Listrik Dipadamkan Sementara, Logistik dan Air Bersih Tetap Terjamin

Dalam kesempatan yang sama, Andi Surya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga binaan atas terhentinya sementara pasokan listrik di lingkungan rutan. Pemadaman listrik tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menghindari potensi bahaya kelistrikan akibat genangan air.

“Kami mohon maaf karena penerangan terpaksa tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Ini murni langkah pengamanan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat hampir seluruh area rutan sempat tergenang air, termasuk jalur instalasi listrik dan pasokan air bersih,” jelasnya.

Meski demikian, pihak rutan memastikan bahwa kebutuhan logistik warga binaan tetap terpenuhi dengan baik. Sejak Kamis malam hingga Jumat pagi, petugas telah menyiapkan dan mendistribusikan makanan serta minuman bagi seluruh warga binaan tanpa terkecuali.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Untuk sementara, kami menyediakan nasi bungkus sebagai makan malam serta minuman kemasan bagi seluruh warga binaan,” tambah Andi Surya.

Guna menjaga kebersihan dan sanitasi, Rutan Kelas I Medan juga berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kanwil Imipas) Sumatera Utara. Melalui kerja sama tersebut, mobil tangki air bersih dikerahkan ke dalam area rutan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) warga binaan.

Aktivitas Rutan Kembali Normal, Fasilitas Umum Berfungsi Penuh

Andi Surya menegaskan bahwa sejak Kamis malam, petugas Rutan Kelas I Medan terus melakukan pengawasan intensif ke seluruh blok hunian guna memastikan kondisi tetap aman dan kondusif pasca-banjir.

Per Jumat pagi (28/11/2025), aktivitas di Rutan Kelas I Medan dilaporkan telah kembali berjalan normal. Seluruh fasilitas umum kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

“Alhamdulillah, pagi ini seluruh aktivitas rutan sudah kembali normal. Fasilitas umum seperti ruang kunjungan, ruang portir, ruang registrasi, serta rumah ibadah sudah dapat digunakan kembali,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan ibadah Shalat Jumat juga tetap berlangsung dengan khidmat di Masjid At-Taubah Rutan Kelas I Medan, sebagaimana biasanya, sebagai bagian dari pemenuhan hak spiritual warga binaan.

Namun demikian, pihak rutan memutuskan untuk menunda sementara layanan kunjungan bagi keluarga warga binaan.

“Layanan kunjungan kami tunda sementara karena warga binaan masih fokus melakukan pembersihan di blok hunian masing-masing. Kami mohon pengertian dari seluruh pihak,” pungkas Andi Surya.

Langkah cepat, humanis, dan terukur yang dilakukan Rutan Kelas I Medan ini mendapat apresiasi sebagai bentuk nyata komitmen pemasyarakatan dalam menjunjung tinggi aspek keselamatan, kemanusiaan, dan pelayanan publik, bahkan di tengah situasi darurat bencana.


Reporter: Rizky Zulianda
Editor: Thab411