Jelang MTQ Riau 2026 dan Festival Pacu Jalur, Kuansing Tuntaskan PJU Astaka Utama, Teluk Kuantan Kini Terang Benderang
Pemerintah Kabupaten Kuansing menuntaskan pemasangan 13 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Astaka Utama MTQ Riau 2026. Infrastruktur ini mendukung suksesnya MTQ Provinsi Riau ke-44 dan Festival Pacu Jalur di Teluk Kuantan.
TELUK KeUANTAN, LINTASTIMURMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan dua agenda terbesar Provinsi Riau tahun 2026, yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau ke-44 dan Festival Pacu Jalur Tradisional yang akan dipusatkan di Kota Teluk Kuantan.
Menjelang pelaksanaan dua perhelatan akbar tersebut, berbagai pembangunan infrastruktur pendukung terus dikebut guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan kesiapan daerah sebagai tuan rumah. Salah satu capaian strategis yang berhasil dituntaskan adalah rampungnya pemasangan jaringan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Astaka Utama MTQ Provinsi Riau ke-44, yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan keagamaan terbesar di Provinsi Riau tahun ini.
Penyelesaian infrastruktur penerangan tersebut menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dalam mempercantik wajah Kota Teluk Kuantan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik menjelang kedatangan puluhan ribu tamu, kafilah, wisatawan, dan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota se-Riau.
Kehadiran jaringan penerangan jalan yang memadai tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung mobilitas masyarakat pada malam hari, tetapi juga menjadi elemen strategis dalam menciptakan kawasan yang aman, nyaman, tertata, modern, dan representatif sebagai wajah utama Kabupaten Kuantan Singingi di mata para pengunjung.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuantan Singingi memastikan seluruh pekerjaan pemasangan PJU di kawasan inti Astaka MTQ telah selesai dilaksanakan secara menyeluruh. Sebanyak 13 unit tiang lampu PJU baru dengan spesifikasi penerangan berkualitas tinggi kini berdiri kokoh dan telah beroperasi optimal, menerangi seluruh area utama yang akan menjadi pusat aktivitas MTQ Provinsi Riau ke-44 Tahun 2026.
Keberadaan fasilitas penerangan tersebut diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keamanan lingkungan, keselamatan pengguna jalan, kenyamanan masyarakat, serta mendukung keindahan tata kota pada malam hari. Selain itu, pencahayaan yang memadai juga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran berbagai aktivitas masyarakat dan peserta MTQ yang berlangsung hingga malam hari.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuantan Singingi, Hendri Wahyudi, S.E., didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan, Subit, S.T., mengonfirmasi bahwa seluruh pekerjaan instalasi dan pengoperasian jaringan penerangan telah diselesaikan pada Selasa, 16 Juni 2026.
Menurut Hendri, percepatan penyelesaian proyek penerangan jalan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, M.M., yang menginginkan seluruh fasilitas pendukung MTQ Provinsi Riau dan Festival Pacu Jalur dapat dipersiapkan secara maksimal, terukur, dan tepat waktu.
“Pemasangan PJU di kawasan Astaka telah selesai 100 persen. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung suksesnya pelaksanaan MTQ Provinsi Riau ke-44 di Kabupaten Kuantan Singingi,” ujar Hendri.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menempatkan kesiapan infrastruktur sebagai salah satu prioritas utama dalam menyambut dua agenda berskala besar tersebut. Oleh sebab itu, seluruh perangkat daerah diminta bergerak cepat, berkolaborasi, dan memastikan setiap fasilitas publik dapat berfungsi optimal saat acara berlangsung.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan sebuah event tidak hanya ditentukan oleh kualitas pelaksanaan acara, tetapi juga oleh kesiapan sarana pendukung yang mampu memberikan pengalaman positif bagi para tamu dan masyarakat.
“Dalam rangka menyambut dua agenda besar daerah, yaitu MTQ Provinsi Riau dan Festival Pacu Jalur Tradisional, Kota Teluk Kuantan harus terang benderang, aman, nyaman, bersih, serta representatif untuk menyambut puluhan ribu tamu dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hendri menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur penerangan jalan merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan MTQ dan Festival Pacu Jalur, tetapi juga akan terus dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.
Menurutnya, investasi pada sektor infrastruktur dasar seperti penerangan jalan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, keamanan lingkungan, serta kualitas hidup warga yang beraktivitas pada malam hari.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Dishub Kuansing, Subit, S.T., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel teknis yang telah bekerja secara intensif di lapangan untuk memastikan seluruh titik lampu dapat berfungsi dengan baik sebelum pembukaan MTQ Provinsi Riau.
Ia menilai keberhasilan penyelesaian pekerjaan tersebut merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan semangat pengabdian para petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, 13 titik lampu PJU di area Astaka sudah menyala sempurna. Sesuai moto pelayanan kami, Pantang Pulang Sebelum Terang, seluruh personel teknis berkomitmen untuk terus bersiaga di lapangan serta melakukan pemeliharaan rutin demi kenyamanan masyarakat,” ungkap Subit.
Menurutnya, komitmen tersebut menjadi representasi nyata semangat pelayanan yang terus dibangun Dishub Kuansing dalam menghadirkan fasilitas publik yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar proyek fisik, rampungnya pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum di kawasan Astaka Utama MTQ turut menghadirkan transformasi wajah Kota Teluk Kuantan pada malam hari. Kilauan cahaya yang kini menghiasi kawasan pusat kegiatan menciptakan suasana baru yang lebih hidup, tertata, elegan, dan estetis.
Pemandangan malam di kawasan Astaka kini menampilkan wajah ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi yang semakin modern dan siap menjadi pusat kegiatan keagamaan serta budaya berskala provinsi. Kondisi tersebut sekaligus memperkuat citra positif Kuansing sebagai daerah yang terus berbenah dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan besar dengan standar pelayanan yang semakin baik.
Persiapan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi juga menjadi bukti nyata keseriusan daerah dalam menyukseskan MTQ Provinsi Riau ke-44 sekaligus memperkuat promosi sektor pariwisata dan budaya melalui Festival Pacu Jalur Tradisional yang telah lama dikenal sebagai ikon budaya masyarakat Riau dan warisan kearifan lokal Negeri Jalur.
Sebagai informasi, MTQ Provinsi Riau ke-44 dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni hingga 3 Juli 2026 di Teluk Kuantan. Perhelatan tersebut akan mempertemukan para kafilah terbaik dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Riau dalam ajang syiar Islam, penguatan nilai-nilai Al-Qur’an, serta pengembangan generasi Qurani.
Setelah agenda religius tersebut berakhir, kemeriahan akan berlanjut melalui Festival Pacu Jalur Tradisional, salah satu agenda budaya terbesar di Indonesia yang setiap tahunnya mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan perahu tradisional, tetapi juga simbol identitas budaya, semangat gotong royong, dan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi yang diwariskan secara turun-temurun.
Kedua agenda besar tersebut diproyeksikan mampu mendatangkan puluhan ribu pengunjung ke Teluk Kuantan. Karena itu, kesiapan sarana pendukung seperti penerangan jalan, aksesibilitas transportasi, kebersihan lingkungan, keamanan kawasan, fasilitas umum, hingga kenyamanan ruang publik menjadi faktor krusial dalam memastikan suksesnya penyelenggaraan acara.
Lebih jauh lagi, keberhasilan pelaksanaan MTQ Provinsi Riau dan Festival Pacu Jalur akan menjadi momentum penting dalam memperkenalkan potensi Kabupaten Kuantan Singingi kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor perdagangan, jasa, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Dengan tuntasnya pemasangan jaringan Lampu Penerangan Jalan Umum di kawasan Astaka Utama MTQ, Teluk Kuantan kini semakin siap menyambut para tamu dari seluruh penjuru Riau dan berbagai daerah lainnya. Cahaya yang menyala terang di sudut-sudut kota itu bukan sekadar simbol keberhasilan pembangunan infrastruktur, melainkan juga representasi semangat gotong royong, dedikasi pelayanan publik, optimisme pembangunan, serta tekad masyarakat Negeri Jalur untuk menyukseskan hajatan besar yang sarat nilai religius, budaya, persaudaraan, dan kebanggaan daerah.



Nursalman 


















