Jembatan Sekayan Deras Inhu Rampung Diperbaiki, Gubri Wahid Tepati Janji
Jembatan Sekayan Deras di Desa Teluk Sungkai, Inhu, yang sempat ambles, kini selesai diperbaiki oleh Pemprov Riau. Gubernur Abdul Wahid turun langsung meninjau. Perbaikan juga mencakup pengaspalan, penanganan longsor, dan pembatasan kendaraan berat demi keselamatan.
LINTASTIMURMEDIA.COM – INDRAGIRI HULU – Komitmen Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid dalam memperbaiki infrastruktur di wilayah pedesaan kembali dibuktikan dengan rampungnya perbaikan Jembatan Sekayan Deras yang sebelumnya mengalami kerusakan parah. Jembatan vital yang terletak di Desa Teluk Sungkai, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, kini telah selesai diperbaiki dan kembali dapat digunakan masyarakat.

Pembangunan ulang jembatan yang memiliki peran strategis dalam mendukung arus transportasi masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah ini, dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman (PUPR PKPP) Provinsi Riau melalui Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Wilayah IV. Proses pengerjaan memakan waktu selama tiga bulan sejak awal dimulai.
Rampungnya perbaikan Jembatan Sekayan Deras mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam menjaga dan meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya di jalur penghubung utama antara Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Sebelumnya, Gubernur Riau Abdul Wahid telah turun langsung meninjau kondisi jembatan yang sempat mengalami ambles tersebut. Dalam kunjungannya, ia menegaskan agar perbaikan segera dituntaskan mengingat seluruh dokumen teknis serta pengadaan material sudah tersedia.
"Saya minta Pak Kadis PUPR segera menuntaskan pembangunan jembatan ini agar bisa segera dilalui masyarakat. Kami ingin agar arus transportasi barang dan orang kembali normal dan lancar secepat mungkin," tegas Gubri Abdul Wahid saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau melalui Kepala UPTJJ Wilayah IV, Ludfi Hardi, ST, MT, menyampaikan bahwa tahap finishing dari proyek ini telah selesai. Termasuk pengaspalan di kedua sisi jembatan—baik yang mengarah ke Kabupaten Inhu maupun menuju wilayah Inhil.
"Untuk bagian oprit yang mengarah ke Inhil, kami sudah melakukan pengaspalan sepanjang 40 meter dengan lebar 6 meter. Selain itu, tim kami juga melakukan perbaikan fungsional pada titik-titik kerusakan di ruas Jalan Rengat–Kuala Cenaku, yang merupakan akses strategis menuju Kota Tembilahan," jelas Ludfi pada Minggu (20/7/2025).

Meskipun perbaikan Jembatan Sekayan Deras telah selesai, Ludfi mengimbau kepada para pengemudi kendaraan bertonase berat untuk menahan diri sementara waktu. Hal ini untuk memastikan kondisi struktur jembatan benar-benar stabil dan aman pasca perbaikan.
"Selain itu, telah terjadi longsor baru di ruas yang sama, tepatnya di Jalan Rengat–Kuala Cenaku, Desa Pulau Gelang. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada badan jalan yang kini tengah kami tangani secara intensif," lanjut Ludfi.
Ia menjelaskan bahwa longsor yang terjadi baru-baru ini telah mengganggu jalur transportasi. Sebagai tindak lanjut, perbaikan dengan metode pemancangan pun dilakukan.
"Perbaikan saat ini berupa pemasangan sheet pile sepanjang 33 meter. Kami menargetkan proses pemancangan ini bisa selesai dalam waktu satu minggu agar akses jalan segera kembali normal," ujarnya lagi.
Sebagai bentuk antisipasi terhadap kerusakan lanjutan dan dalam rangka keselamatan pengguna jalan, Bupati Indragiri Hulu telah menetapkan status tanggap darurat bencana abrasi dan tanah longsor tahun 2025. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor Kpts 221/VII/2025.

Lebih lanjut, Ludfi menjabarkan bahwa selain menangani longsor, pihaknya juga melakukan pekerjaan perbaikan permukaan jalan (patching) di ruas Jalan Rengat–Kuala Cenaku, tepatnya dari STA. 19+700 hingga STA. 20+650. Penambalan dilakukan di titik-titik berlubang dan mengalami kerusakan untuk memastikan kenyamanan serta keamanan pengguna jalan.
"Untuk pekerjaan resh up dan oprit jembatan, telah kami laksanakan sepanjang 110 meter. Lebar oprit jembatan standar 6 meter, sedangkan pada titik lain, lebar disesuaikan dengan kondisi lebar jalan eksisting," ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, Dinas PUPR Riau juga telah memasang portal pembatas. Portal ini dimaksudkan untuk menghalangi kendaraan berat melintas, guna menjamin keselamatan pengguna jalan sampai kondisi infrastruktur benar-benar pulih dan aman digunakan.
Kepala Desa Teluk Sungkai, Rosmizar, turut menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian serius pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menangani masalah Jembatan Sekayan Deras yang sempat membuat warga khawatir.

"Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur Riau dan Bupati Inhu. Dulunya masyarakat resah, takut jembatan ini ambruk. Tapi dengan kehadiran langsung Pak Gubernur ke lapangan, penanganan bisa segera dilakukan," tutur Rosmizar.
Ia menegaskan bahwa kini masyarakat tidak lagi merasa was-was untuk melintasi jembatan tersebut karena telah diperbaiki secara menyeluruh dan profesional.
"Sebelumnya memang tidak ada tindakan yang signifikan, tetapi setelah Pak Gubernur turun dan mengecek sendiri, proses perbaikan langsung dikerjakan. Terima kasih kami sampaikan atas perhatian dan tindakan cepat pemerintah," tutup Kades Rosmizar.





















