Sempolet Siak Tuai Pujian Gubernur di Bazar MTQ Riau
Makanan khas Melayu Siak seperti sempolet, ubi sambal terasi, dan air kelapa kasturi memikat Gubernur Riau Abdul Wahid saat kunjungi Stand Bazar MTQ ke-43 di Bengkalis. UMKM Siak turut tampilkan produk unggulan.
LINTASTIMURMEDIA.COM – BENGKALIS – Stand Bazar Kabupaten Siak menjadi sorotan dan menuai pujian dari Gubernur Riau, Abdul Wahid, berkat sajian makanan khas Melayu yang menggugah selera. Momen ini terjadi usai Gubri secara resmi membuka perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau tahun 2025 di Kota Bengkalis.
Dalam kunjungannya ke stand bazar, Gubernur Abdul Wahid secara terbuka memuji kenikmatan sajian kuliner tradisional yang disuguhkan Pemkab Siak. Salah satu hidangan yang menarik perhatian orang nomor satu di Riau ini adalah Sempolet, makanan khas Melayu yang kini semakin langka ditemukan.

"Luar biasa, Pak Wabup. Sempolet yang baru saja saya cicipi ini sungguh nikmat. Apalagi disantap dengan ubi rebus dan sambal terasi, lalu ditutup dengan minuman air kelapa dicampur jeruk kasturi yang sangat menyegarkan. Perpaduannya benar-benar luar biasa," ungkap Gubernur Riau dengan penuh antusias, Sabtu (28/6/2025).
Ia juga mengajak masyarakat dan para pengunjung MTQ untuk tidak melewatkan kesempatan mencicipi cita rasa autentik khas Melayu yang ditawarkan stand Kabupaten Siak. Menurutnya, makanan khas seperti sempolet ini jarang tersedia di stand lain dan menjadi daya tarik tersendiri.
"Silakan yang ingin menikmati sempolet dan air kelapa kasturi mampir ke stand Kabupaten Siak. Rasanya khas dan sulit ditemukan di tempat lain," ajak Gubri.

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, yang mendampingi Gubernur saat itu, menjelaskan bahwa sempolet merupakan makanan khas tradisional Melayu yang berbahan dasar sagu, dicampur dengan pakis, kangkung, dan aneka rempah-rempah lokal. Proses pembuatannya cukup sederhana namun memerlukan teknik tradisional yang terjaga secara turun-temurun.
"Bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai dihaluskan, lalu ditumis bersama udang. Setelah ditambahkan air, masukkan pakis, kangkung, dan sagu yang sebelumnya telah direndam air panas. Dimasak hingga matang dan siap dihidangkan. Rasanya otentik dan sangat menggugah selera," jelas Wabup Syamsurizal.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keikutsertaan Kabupaten Siak dalam Bazar MTQ ini bukan sekadar menampilkan kuliner tradisional, namun juga mempromosikan kekayaan produk unggulan daerah melalui UMKM khas Siak yang terus tumbuh.

"Alhamdulillah, Pak Gubernur sangat antusias dan menikmati sajian kuliner khas Melayu di stand Siak. Mulai dari sempolet, ubi rebus cocol sambal terasi, hingga minuman air kelapa jeruk kasturi. Ini menjadi bukti bahwa warisan kuliner daerah harus terus dilestarikan, agar tidak punah dan tetap dikenal oleh generasi mendatang," ujar Syamsurizal.
Ia berharap momentum MTQ ini menjadi ajang promosi strategis bagi pengembangan UMKM dan pelestarian budaya kuliner Siak. Produk-produk lokal yang dipamerkan, kata dia, merupakan hasil tangan kreatif masyarakat dan menjadi cermin kekayaan ekonomi kerakyatan Kabupaten Siak.

"Melalui MTQ ke-43 ini, kami berharap produk UMKM Kabupaten Siak semakin dikenal dan diminati masyarakat se-Provinsi Riau. Semoga juga, prestasi kontingen Siak di MTQ ini memberikan hasil yang memuaskan dan mengharumkan nama daerah," pungkasnya.
Turut mendampingi Wakil Bupati Siak dalam kunjungan tersebut antara lain Pj Sekda Kabupaten Siak Fauzi Asni, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Siak Rozi Chandra, Ketua TP PKK Kabupaten Siak Siti Sarifah, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Siak.





















