TP PKK Siak Ajak Keluarga Cegah Kekerasan Anak di HAN 2025

TP PKK Siak dorong peran keluarga cegah kekerasan anak sejak dini dalam talk show HAN 2025 bersama APSAI dan DP3AP2KB Kabupaten Siak.

TP PKK Siak Ajak Keluarga Cegah Kekerasan Anak di HAN 2025
Ketua TP PKK Siak Dorong Peran Keluarga Cegah Kekerasan Anak Sejak Dini di Talk Show Hari Anak Nasional 2025
TP PKK Siak Ajak Keluarga Cegah Kekerasan Anak di HAN 2025
TP PKK Siak Ajak Keluarga Cegah Kekerasan Anak di HAN 2025
TP PKK Siak Ajak Keluarga Cegah Kekerasan Anak di HAN 2025
TP PKK Siak Ajak Keluarga Cegah Kekerasan Anak di HAN 2025

LINTASTIMURMEDIA.COM – TUALANG – Menjelang puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 yang akan digelar pada 23 Juli mendatang, Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Siak menggelar talk show bertema “Generasi Aman Tanpa Kekerasan.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HAN 2025 tingkat Kabupaten Siak, yang dipusatkan di Aula Bunut IKPP Perawang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Talk show ini menjadi momen penting dalam mengedukasi anak-anak dan masyarakat tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang ramah anak dan bebas dari tindak kekerasan.

Melalui talk show tersebut, panitia berupaya mendorong semangat edukatif dan meningkatkan partisipasi aktif anak dalam membangun budaya perlindungan anak, serta membentuk lingkungan yang aman, sehat, dan menjunjung tinggi hak-hak anak.

Acara ini diikuti oleh puluhan peserta dari Forum Anak Kecamatan yang berasal dari 14 kecamatan se-Kabupaten Siak. Anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari sesi penyampaian materi hingga diskusi kelompok yang interaktif.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Siak, Siti Sarifah, hadir sebagai narasumber utama dan menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sangat strategis untuk meningkatkan kesadaran anak tentang hak dan perlindungan dari kekerasan sejak usia dini.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin anak-anak paham bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa yang kelak akan mengisi pembangunan, khususnya di Kabupaten Siak. Mereka perlu dibekali sejak dini dengan pemahaman tentang hak-hak mereka dan bagaimana cara melindungi diri dari kekerasan,” ujar Siti Sarifah, Kamis (17/7/2025).

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan kekerasan terhadap anak. Menurutnya, keluarga memiliki peran vital sebagai lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter serta tempat anak-anak mendapatkan kasih sayang, rasa aman, dan pendidikan moral.

Angka kekerasan terhadap anak masih cukup tinggi. Ini menjadi tanggung jawab kita semua. Keluarga adalah madrasah awal yang menentukan tumbuh kembang anak, baik secara fisik, mental, maupun sosial,” tambahnya.

Talk show ini tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga wadah untuk menyerap aspirasi dan suara anak-anak terkait isu perlindungan anak di daerah mereka. Para peserta secara aktif berdiskusi dalam kelompok, menyampaikan ide, harapan, serta solusi yang mereka tawarkan dalam mencegah kekerasan anak di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi pembangunan generasi anak di Kabupaten Siak, sekaligus memperkuat kolaborasi antar lembaga, keluarga, dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang aman dan layak bagi anak-anak Indonesia.