Babinsa Pantau Harga & Stok Pupuk Subsidi di Gesi Sragen
Babinsa Koramil 12/Gesi Sragen pantau harga dan stok pupuk subsidi di agen resmi Desa Blangu. TNI pastikan distribusi lancar dan harga tetap terjangkau bagi petani.
LINTASTIMURMEDIA.COM – SRAGEN – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan menjamin kesejahteraan para petani di wilayah pedesaan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 12/Gesi Kodim 0725/Sragen, Serka Tri Mawardi, terus aktif melakukan monitoring terhadap harga dan ketersediaan pupuk bersubsidi di tingkat agen resmi. Kegiatan pengawasan ini dilakukan pada Jum'at (20/06/2025) di Dusun Wahyu, Desa Blangu, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat melalui peran Babinsa dalam mengawal distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran, tepat waktu, dan tetap dalam harga yang terjangkau bagi petani. Serka Tri Mawardi tidak hanya sekadar melakukan pengecekan administratif, tetapi juga turun langsung ke lapangan, mengecek kondisi fisik stok pupuk di gudang agen serta mendalami dinamika harga pupuk di pasar lokal.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Serka Tri juga aktif berdialog dengan para pemilik agen serta petani pengguna pupuk subsidi. Komunikasi dua arah ini penting untuk menggali informasi faktual mengenai tantangan distribusi, keluhan petani, dan potensi kendala di lapangan, termasuk ancaman kelangkaan dan fluktuasi harga.
“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan pupuk petani terpenuhi secara merata. Kami tidak ingin ada petani yang kesulitan mendapatkan pupuk karena stok habis atau harga melonjak. Pupuk adalah komponen vital dalam produksi pertanian, sehingga kami harus memastikan distribusinya berjalan dengan baik,” ujar Serka Tri di sela-sela pemantauan.
Informasi yang dihimpun langsung dari lapangan selanjutnya dilaporkan ke komando atas dan instansi terkait sebagai bahan evaluasi. Dengan adanya data faktual dari bawah, langkah antisipasi dapat segera disiapkan bila muncul indikasi kelangkaan atau spekulasi harga yang merugikan petani.
Kehadiran Babinsa dalam proses pengawasan distribusi pupuk memberikan efek psikologis positif bagi para petani. Mereka merasa mendapat pendampingan langsung dari aparat teritorial yang peduli terhadap kebutuhan dasar pertanian. Di sisi lain, agen-agen penyalur pupuk juga lebih tertib dan transparan dalam menjalankan tugas distribusinya.
“Keberadaan Babinsa di tengah-tengah petani bukan hanya menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi lokal berbasis pertanian. Kami ingin memastikan bahwa petani tidak sendirian dalam menghadapi persoalan pupuk. TNI hadir dan bersama mereka,” tambahnya.
Dengan sinergi antara Babinsa, petani, dan agen pupuk, distribusi pupuk subsidi di Kecamatan Gesi diharapkan berjalan lebih lancar, tepat guna, dan mendukung produktivitas sektor pertanian. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk nyata pengabdian TNI dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.





















