Bupati Asmar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Meranti Tumbuh dan Kemiskinan Turun
Bupati Kepulauan Meranti Asmar menyampaikan LKPJ 2025 di DPRD. Ekonomi tumbuh 3,62 persen, kemiskinan turun, pengangguran menurun, serta capaian kinerja dan keuangan daerah menunjukkan tren positif.
MERANTI – LINTASTIMURMEDIA.COM – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (26/03/2026).
Agenda strategis tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian laporan kinerja pemerintahan daerah, tetapi juga dirangkai dengan pengumuman perubahan susunan keanggotaan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPRD setempat.
Rapat paripurna berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, serta anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat eselon III, hingga insan pers yang turut mengawal jalannya pemerintahan daerah secara transparan.
LKPJ Sebagai Wujud Akuntabilitas dan Transparansi Pemerintahan Daerah
Dalam sambutannya, Bupati Asmar menegaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan bagian penting dari mekanisme akuntabilitas publik serta bentuk transparansi pemerintah daerah kepada DPRD dan masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD atas kesempatan yang diberikan, sekaligus mengucapkan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti.
“LKPJ ini merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah sekaligus instrumen evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun anggaran,” ujar Asmar.
Lebih lanjut dijelaskan, penyusunan LKPJ Tahun Anggaran 2025 mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta berbagai regulasi turunannya. Laporan ini mencakup aspek komprehensif mulai dari dasar hukum, visi dan misi kepala daerah, kondisi umum wilayah, hingga capaian indikator kinerja pembangunan.
Data Kependudukan dan SDM Pemerintah Daerah
Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2025 mencapai 212.416 jiwa, meningkat dari 209.580 jiwa pada tahun 2021, dengan rata-rata laju pertumbuhan sebesar 0,34 persen per tahun.
Kecamatan Tebing Tinggi tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, sementara Tebing Tinggi Timur menjadi kecamatan dengan pertumbuhan penduduk tertinggi, mencerminkan dinamika pembangunan wilayah yang terus berkembang.
Dari sisi sumber daya aparatur, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai 3.998 orang, terdiri dari 2.659 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1.339 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini menunjukkan penguatan kapasitas birokrasi dalam mendukung pelayanan publik yang lebih optimal.
Indikator Makro: IPM Naik, Kemiskinan dan Pengangguran Turun
Dalam pemaparannya, Bupati Asmar menyoroti sejumlah indikator makro pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat sebesar 70,02, meningkat dari 69,64 pada tahun 2024. Peningkatan ini menjadi indikator membaiknya kualitas hidup masyarakat, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli.
Di sisi lain, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 20,51 persen pada tahun 2025, setelah sebelumnya mengalami peningkatan pada tahun 2024. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa program pengentasan kemiskinan mulai menunjukkan efektivitas.
Tidak hanya itu, tingkat pengangguran juga mengalami penurunan signifikan menjadi 4,51 persen, bahkan lebih rendah dibandingkan angka nasional yang berada di kisaran 4,85 persen.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen, baik pemerintah, DPRD, maupun masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti juga menunjukkan peningkatan menjadi 3,62 persen pada tahun 2025, dibandingkan 3,33 persen pada tahun 2024, yang mencerminkan mulai pulih dan bergeraknya sektor-sektor produktif daerah.
Kinerja Keuangan Daerah: Pendapatan dan Belanja Terkelola
Dari aspek keuangan daerah, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2025 mencapai lebih dari Rp991 miliar, atau 81,51 persen dari target sebesar Rp1,2 triliun.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sekitar Rp111 miliar atau 42,17 persen dari target, yang menunjukkan masih adanya ruang optimalisasi potensi pendapatan daerah ke depan.
Sementara itu, pendapatan transfer dari pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp824,71 miliar atau 93,35 persen dari target, menjadi penopang utama struktur pendapatan daerah.
Untuk belanja daerah, realisasi mencapai sekitar Rp991 miliar atau 81,33 persen dari target, yang dialokasikan untuk belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, serta belanja transfer guna mendukung program prioritas pembangunan.
Adapun Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 tercatat sebesar Rp2,66 miliar, yang mencerminkan efisiensi sekaligus tantangan dalam optimalisasi penyerapan anggaran.
Prestasi dan Penghargaan: Bukti Kinerja Pemerintah Daerah
Dalam forum tersebut, Bupati Asmar juga memaparkan berbagai capaian dan penghargaan yang berhasil diraih Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sepanjang tahun 2025.
Di antaranya adalah Universal Health Coverage (UHC) Award 2025, sebagai bentuk apresiasi atas capaian kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat tertinggi di Provinsi Riau. Selain itu, prestasi di sektor pendidikan juga ditorehkan melalui penghargaan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Capaian ini menjadi indikator nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan dasar bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.
Komitmen Evaluasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Menutup penyampaiannya, Bupati Asmar menegaskan bahwa LKPJ bukan sekadar laporan formal tahunan, melainkan menjadi instrumen evaluasi strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah ke depan.
“Berbagai kendala yang dihadapi selama tahun 2025 akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di masa mendatang,” tutupnya.
Dengan capaian yang menunjukkan tren positif di berbagai sektor, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti optimistis dapat terus mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Wartawan: Ade Tian Prahmana





















