Cak Imin: Sekolah Rakyat Sasar 3 Juta Warga Miskin Ekstrem

Menko PM Muhaimin Iskandar pastikan Sekolah Rakyat jadi strategi nasional atasi kemiskinan ekstrem, sasar 3 juta warga miskin di Indonesia.

Cak Imin: Sekolah Rakyat Sasar 3 Juta Warga Miskin Ekstrem
Cak Imin Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Senjata Atasi Kemiskinan Ekstrem, Sasar 3 Juta Warga Miskin di Indonesia

LINTASTIMURMEDIA.COM – JAKARTA – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan program Sekolah Rakyat akan memberikan dampak signifikan dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia. Menurutnya, sedikitnya 3 juta masyarakat miskin ekstrem akan merasakan manfaat langsung dari kebijakan pendidikan berbasis pemberdayaan tersebut.

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menyampaikan hal itu saat membuka acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Ia menilai Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga instrumen strategis negara untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi.

“Sekolah Rakyat yang sedang Bapak-Ibu geluti hari ini akan berdampak kepada 3 juta orang miskin yang akan tertangani dengan sungguh-sungguh,” ujar Cak Imin.

Fokus pada Keluarga Miskin Ekstrem

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sasaran utama Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, sesuai dengan basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui program ini, pemerintah berharap setiap anak dari kelompok rentan memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas, pembentukan karakter, dan keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Ke depan, penambahan jumlah Sekolah Rakyat juga diharapkan berdampak pada sekitar 27 juta masyarakat miskin di seluruh Indonesia. Karena itu, saya berharap tenaga pengajar tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter anak-anak,” tegasnya.

Investasi Jangka Panjang untuk Indonesia

Cak Imin menyebutkan, Sekolah Rakyat merupakan modal investasi bangsa yang manfaatnya akan terasa dalam 15–20 tahun mendatang. Ia menekankan, melalui pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat, Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang lebih berdaya saing, mandiri, dan produktif.

Sesuai amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025, Menko PM mendapat mandat dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengoordinasikan 47 kementerian dan lembaga terkait demi memastikan keberhasilan Sekolah Rakyat.

Rumah Pemberdayaan Anak dari Keluarga Miskin

Selain memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas, Sekolah Rakyat juga berfungsi sebagai rumah pemberdayaan. Melalui kurikulum yang disesuaikan, anak-anak dari keluarga miskin akan dibekali keterampilan hidup, nilai kebangsaan, serta motivasi untuk bangkit dari lingkaran kemiskinan.

Program ini diyakini mampu mengurangi beban biaya pendidikan keluarga miskin dan sekaligus membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak mereka.

“Dengan program Sekolah Rakyat, beban pengeluaran keluarga miskin untuk pendidikan tidak hanya berkurang, tetapi masa depan anak-anak mereka juga akan lebih baik,” tutur Cak Imin.

Sekolah Rakyat sebagai Pilar Pengentasan Kemiskinan

Pemerintah menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi besar pengentasan kemiskinan nasional. Dengan pendidikan sebagai fondasi utama, program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah, meningkatkan kualitas SDM, dan pada akhirnya menurunkan angka kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan serius bagi Indonesia.

Melalui kolaborasi pemerintah, guru, dan masyarakat, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pilar baru pembangunan bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, makmur, dan sejahtera.