Kodim 0601 Pandeglang Gelar Rakor Program MBG Dukung Indonesia Emas 2045

Kodim 0601/Pandeglang menggelar rapat koordinasi Program Makan Bergizi (MBG) bahas capaian 24 persen, strategi penguatan layanan gizi anak, balita, ibu hamil, serta sinergi lintas sektor demi wujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Kodim 0601 Pandeglang Gelar Rakor Program MBG Dukung Indonesia Emas 2045
Kodim 0601/Pandeglang Gelar Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi, Bahas Strategi, Capaian, dan Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045

PANDEGLANG – LINTASTIMURMEDIA.COM – Komando Distrik Militer (Kodim) 0601/Pandeglang menggelar Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi (MBG) yang berlangsung di Aula Makodim 0601/Pandeglang, Jl. Pendidikan No.1, Pandeglang, Rabu (01/10/2025). Kegiatan penting ini dihadiri lebih dari 65 peserta, melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI, Polri, KSPPG, Dinas Kesehatan, Forkopimcam, hingga mitra Yayasan MBG se-Kabupaten Pandeglang.

Rapat koordinasi tersebut digelar untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi lintas sektor, sekaligus menyusun strategi agar pelaksanaan Program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak signifikan dalam peningkatan gizi masyarakat. Program MBG sendiri merupakan bagian dari program strategis nasional yang mendukung agenda besar Indonesia Emas 2045, dengan fokus menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Capaian MBG di Pandeglang Masih 24 Persen

Dalam pemaparannya, Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P. menyampaikan bahwa capaian pelaksanaan MBG di Kabupaten Pandeglang hingga kini baru mencapai 24 persen dari target keseluruhan. Hingga akhir September 2025, tercatat baru ada 31 unit SPPG (Sentra Penyedia Program Gizi) yang aktif melayani 93.665 siswa, 973 ibu hamil, 956 ibu menyusui, dan 2.625 balita, dari total target 134 unit SPPG.

“Capaian ini tentu belum optimal. Karena itu kita perlu memperkuat kualitas layanan, meningkatkan manajemen SPPG, dan memastikan tidak ada kejadian yang merugikan masyarakat, seperti kasus keracunan massal yang pernah terjadi di wilayah lain,” tegas Letkol Inf Afri Swandi.

Ia menekankan bahwa Pemda, KSPPG, yayasan mitra, hingga Forkopimcam harus berperan aktif memperketat pengawasan, memastikan pengelolaan program sesuai standar, serta menjamin keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.

Pemda Pandeglang Siapkan Satgas MBG Hingga Tingkat Kecamatan

Sementara itu, Asisten Daerah I Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor sebagai kunci sukses program. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Pandeglang telah membentuk Satgas MBG melalui SK Bupati, menyiapkan posko koordinasi di setiap Koramil dan Puskesmas, serta memperkuat peran lintas perangkat daerah.

“Jika ada gangguan dari oknum luar, baik itu LSM maupun oknum media yang mencoba menyalahgunakan situasi, jangan ragu untuk melaporkan. Fokus kita adalah pada kelancaran dan keberhasilan program untuk masyarakat,” ujar Doni Hermawan menegaskan.

Tantangan dan Solusi: Penguatan Standar Kesehatan dan Sanitasi

Dalam sesi diskusi terbuka, berbagai persoalan dan tantangan diungkapkan, termasuk perlunya setiap mitra MBG mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang. Hal ini dipandang penting untuk menjamin mutu makanan bergizi yang disalurkan, sekaligus mencegah risiko kesehatan di lapangan.

Para peserta rapat sepakat bahwa komunikasi terbuka, sinergi berkelanjutan, serta pengawasan yang ketat akan menjadi fondasi penting dalam memastikan MBG benar-benar menyentuh sasaran utama, yaitu peningkatan kualitas gizi masyarakat di tingkat akar rumput.

Harapan Besar Menuju Generasi Sehat dan Indonesia Emas 2045

Rapat koordinasi ini tidak hanya menjadi forum evaluasi capaian, tetapi juga momentum penting dalam penguatan komitmen bersama antara TNI, Pemda, dan berbagai elemen masyarakat di Pandeglang.

Dengan sinergi lintas sektor, program MBG diharapkan mampu mengurangi angka stunting, memperbaiki status gizi keluarga, serta mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. Semua ini merupakan bagian dari upaya besar menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045, sebuah visi bangsa yang menempatkan kesehatan dan pendidikan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.