Akun Facebook Safitri Diretas, Postingan Viral Seret Nama Mama Dep
Akun Facebook Safitri Ayu Anggreiny diduga diretas, muncul postingan viral yang menyebut Ibu Mama Dep. Safitri klarifikasi dan minta maaf secara resmi.
MAKASSAR, LINTASTIMURMEDIA.COM – 25 Maret 2026 — Kasus dugaan peretasan akun media sosial kembali mencuat di Kota Makassar. Kali ini menimpa akun Facebook milik Ibu Safitri Ayu Anggreiny, yang sempat menjadi sorotan publik setelah munculnya postingan viral yang menyebut nama Ibu Mama Dep dan menuai berbagai reaksi dari masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Safitri Ayu Anggreiny secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada Ibu Mama Dep serta seluruh pihak yang terdampak akibat beredarnya konten tersebut. Ia menegaskan bahwa postingan yang viral itu bukan dibuat oleh dirinya, melainkan diduga kuat merupakan hasil aksi peretasan atau penyalahgunaan akun oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Dengan penuh kesadaran, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada Ibu Mama Dep dan semua pihak yang merasa dirugikan. Saya tegaskan, saya tidak pernah membuat atau memposting konten tersebut. Akun Facebook saya sudah diambil alih sejak kurang lebih dua minggu yang lalu,” ujar Safitri saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Panakkukang, Makassar.
Menurut Safitri, ia pertama kali mengetahui adanya postingan tersebut setelah menerima sejumlah pesan dan panggilan dari keluarga, teman, serta rekan-rekannya. Mereka mempertanyakan isi unggahan yang dinilai menyudutkan dan mengandung pernyataan tidak pantas terhadap Ibu Mama Dep.
“Saya sangat terkejut. Teman saya memperlihatkan postingan itu kepada saya. Saya benar-benar tidak tahu-menahu, apalagi saya tidak memiliki persoalan pribadi dengan Ibu Mama Dep,” jelasnya dengan nada prihatin.
Postingan yang sempat viral di media sosial itu diketahui memuat tuduhan yang tidak jelas serta komentar bernada negatif, sehingga memicu perbincangan luas di kalangan pengguna Facebook, khususnya di wilayah Makassar dan sekitarnya. Dalam waktu singkat, unggahan tersebut menyebar dan menimbulkan persepsi yang berpotensi merugikan nama baik pihak yang disebutkan.
Menyadari kondisi tersebut, Safitri segera mengambil sejumlah langkah penanganan untuk mengamankan akun serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Ia mengungkapkan telah melakukan proses pemulihan akun melalui fitur resmi Facebook dengan melampirkan dokumen identitas, mengganti kata sandi dengan sistem keamanan yang lebih kuat, serta mengaktifkan verifikasi dua faktor (two-factor authentication).
Selain itu, Safitri juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan Facebook untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut terkait aktivitas mencurigakan pada akunnya. Tidak hanya itu, ia juga mempertimbangkan langkah hukum guna mengusut pihak yang diduga melakukan peretasan serta menyebarkan konten yang merugikan.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat luas tentang pentingnya menjaga keamanan akun media sosial di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber. Praktik peretasan, pencurian data, hingga penyalahgunaan akun pribadi kerap terjadi dan dapat berdampak serius terhadap reputasi serta kehidupan sosial korban.
Safitri pun mengimbau kepada seluruh pengguna media sosial agar lebih waspada dan tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
“Saya berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan langsung percaya dengan apa yang beredar sebelum memastikan kebenarannya,” tutupnya.
TIM INVESTIGASI





















