Audiensi Konflik Nelayan Sinaboi Digelar Jumat di Kantor Perikanan Rohil
Audiensi terkait konflik nelayan kerang di perairan Sinaboi akan digelar Jumat, 13 Juni 2025, di Kantor Dinas Perikanan Rohil. Wakil Bupati dan HNSI dijadwalkan hadir dalam dialog penyelesaian sengketa.
LINTASTIMURMEDIA.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memastikan kesiapan mereka dalam memfasilitasi audiensi terbuka terkait konflik nelayan kerang di perairan laut Sinaboi. Audiensi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 13 Juni 2025, di Kantor Dinas Perikanan Rohil, Batu Enam, Bagansiapiapi.
Kepala Dinas Perikanan Rohil, Muhammad Amin, menyatakan pihaknya telah merespons permohonan dari berbagai unsur, termasuk perwakilan nelayan, tokoh masyarakat, dan organisasi terkait, untuk membuka ruang dialog guna menyelesaikan ketegangan yang terjadi di wilayah tangkap nelayan kerang Sinaboi.
"Kami siap memfasilitasi pelaksanaan audiensi di Kantor Dinas Perikanan. Silakan dipilih, kami siapkan dua ruangan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan," ujar M. Amin saat dikonfirmasi media pada Rabu (11/06/2025).
Meski Dinas Perikanan Rohil tidak memiliki kewenangan langsung dalam menyelesaikan konflik kelautan tersebut, M. Amin menegaskan bahwa pihaknya sudah menyampaikan perkembangan situasi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, sebagai lembaga yang berwenang secara struktural dalam penanganan sengketa perairan laut.
"Kami telah menyampaikan perihal konflik nelayan Sinaboi-Rohil ini kepada Kepala Dinas Perikanan Provinsi Riau, untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan," jelasnya.
Terkait jadwal pasti pelaksanaan audiensi, M. Amin menyebut bahwa waktu pelaksanaan tinggal menunggu konfirmasi kesiapan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rohil dan para pihak yang terlibat dalam konflik.
Sementara itu, perwakilan nelayan kerang dari Bagansiapiapi sekaligus pengurus DPP TOPAN RI Perwakilan Rohil, Muslim, mengungkapkan bahwa pihaknya berharap audiensi bisa terselenggara sesuai rencana pada Jumat, 13 Juni 2025, dengan kehadiran para pemangku kepentingan utama.
"Berdasarkan hasil komunikasi kami hari ini, Pak Wakil Bupati Rohil, Jhony Charles, menyatakan kesediaannya hadir dan meminta agar audiensi dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Juni 2025," ujar Muslim, Rabu malam (11/06/2025), di Bagansiapiapi.
Muslim menekankan pentingnya audiensi sebagai langkah mencari solusi damai atas konflik kepentingan yang terjadi antar-nelayan di pesisir laut Sinaboi. Ia berharap diskusi yang berlangsung dapat menghadirkan keadilan bagi semua pihak yang terdampak.
"Kita ingin ada penyelesaian yang adil dan tidak merugikan salah satu pihak. Ini tentang nasib para nelayan kita, jadi harus ditangani dengan bijak dan terbuka," imbuhnya.
Muslim juga berharap agar audiensi nanti dapat dihadiri langsung oleh Ketua HNSI Rohil, Jaswadi, serta para ketua HNSI tingkat kecamatan, khususnya dari Kecamatan Sinaboi dan Bangko, termasuk para nelayan yang saat ini terdampak langsung oleh konflik pemanfaatan ruang tangkap kerang di laut.
"Kami ingin kehadiran penuh dari seluruh unsur yang terlibat, karena hanya dengan begitu kita bisa menyelesaikan persoalan ini secara utuh, dengan menjunjung tinggi rasa tanggung jawab dan semangat kebersamaan," pungkasnya.
Dengan digelarnya audiensi ini, diharapkan tercipta titik temu antara pihak-pihak yang berselisih, sehingga konflik nelayan di wilayah perairan Rohil, khususnya kawasan Sinaboi, dapat diakhiri dengan solusi yang berkeadilan dan berkelanjutan.





















