Taman Jalur Teluk Kuantan Dikeluhkan: Becek dan Berdebu Jelang MTQ

Kondisi Taman Jalur Teluk Kuantan dikeluhkan warga karena becek saat hujan dan berdebu saat panas menjelang pembukaan MTQ. Masyarakat berharap segera ada perbaikan.

Taman Jalur Teluk Kuantan Dikeluhkan: Becek dan Berdebu Jelang MTQ
Taman Jalur Teluk Kuantan Dikeluhkan Warga: Becek Saat Hujan, Berdebu Saat Panas Jelang Pembukaan MTQ

TELUK KUANTAN – LINTASTIMURMEDIA.COM – Kondisi Taman Jalur Teluk Kuantan menjadi sorotan publik menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang dalam waktu dekat akan resmi dibuka. Harapan besar masyarakat agar kawasan ruang terbuka tersebut dapat segera dibenahi dan “disulap” menjadi lebih representatif, indah, serta nyaman bagi pengunjung terus mengemuka. (31 Maret 2026)

Sejumlah warga yang datang berkunjung mengeluhkan kondisi terkini taman yang dinilai belum tertata optimal. Permasalahan utama yang dirasakan adalah kondisi tanah yang berubah menjadi becek dan berlumpur ketika hujan turun, sehingga menyulitkan aktivitas pengunjung dan berpotensi mengganggu kenyamanan acara berskala besar seperti MTQ. Sebaliknya, saat cuaca panas, area tersebut justru dipenuhi debu yang beterbangan, menciptakan ketidaknyamanan serta menimbulkan kesan kumuh.

“Kami berharap sebelum pembukaan MTQ, kondisi Taman Jalur ini sudah jauh lebih baik. Saat hujan licin dan becek, sementara kalau panas debunya luar biasa. Ini tentu kurang nyaman untuk pengunjung,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sebagai salah satu lokasi strategis dan pusat kegiatan masyarakat di Teluk Kuantan, Taman Jalur sejatinya memiliki peran penting dalam mencerminkan wajah kota. Apalagi dalam momentum MTQ yang diperkirakan akan dihadiri peserta dan tamu dari berbagai daerah, kondisi fasilitas publik menjadi perhatian utama dalam menciptakan kesan positif.

Pengamat tata kota menilai, pembenahan kawasan Taman Jalur tidak hanya bersifat sementara untuk kepentingan seremonial, namun harus menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas ruang publik. Penataan drainase, pengerasan atau paving area, serta penghijauan dinilai sebagai langkah strategis yang perlu segera direalisasikan.

Selain itu, keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, instansi terkait, maupun partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar proses revitalisasi berjalan optimal dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang baik, Taman Jalur diharapkan dapat menjadi ruang publik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga fungsional, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dapat merespons cepat berbagai keluhan tersebut, mengingat waktu pelaksanaan MTQ yang semakin dekat. Perbaikan yang sigap dan tepat sasaran diyakini akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi kelancaran acara, tetapi juga bagi citra daerah di mata para tamu dan peserta.

Dengan pembenahan yang maksimal, Taman Jalur Teluk Kuantan diharapkan mampu tampil sebagai ikon kebanggaan daerah—sebuah ruang publik yang bersih, tertata, dan layak menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus etalase wajah kota yang sesungguhnya.