Bupati Siak Afni Zulkifli Lepas 257 Jemaah Haji 2026, Titip Doa untuk Negeri

Bupati Siak Afni Zulkifli melepas 257 jemaah calon haji 1447 H/2026 melalui Embarkasi Batam. Ia menitipkan doa untuk kemajuan dan keberkahan Kabupaten Siak di Tanah Suci.

Bupati Siak Afni Zulkifli Lepas 257 Jemaah Haji 2026, Titip Doa untuk Negeri
Bupati Siak Afni Zulkifli Lepas 257 Jemaah Calon Haji 1447 H/2026, Titip Doa untuk Negeri Siak di Tanah Suci

SIAK – LINTASTIMURMEDIA.COM – Bupati Siak, Afni Zulkifli, secara resmi melepas 257 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Siak untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat ini menjadi momen penuh haru dan kebahagiaan, setelah para jemaah menanti giliran keberangkatan dalam kurun waktu yang tidak singkat.

Ratusan calon tamu Allah tersebut dijadwalkan bertolak menuju Mekkah pada 4 Mei 2026 melalui Embarkasi Batam, tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 12. Momentum sakral pelepasan ditandai dengan tradisi Tepuk Tepung Tawar yang digelar di Masjid Al-Fatah, Jalan Dr. Soetomo, Kampung Dalam, Kecamatan Siak.

Dalam sambutannya, Bupati Afni menyampaikan ucapan tahniah sekaligus rasa syukur kepada seluruh jemaah yang mendapat panggilan suci untuk menunaikan rukun Islam kelima. Ia menegaskan bahwa kesempatan berhaji merupakan anugerah besar yang lahir dari kesabaran dan keikhlasan menunggu.

Tahniah para jemaah calon haji. Panggilan ini adalah rezeki dari Allah SWT yang datang melalui kesabaran panjang bapak dan ibu sekalian. Semoga saat menjejakkan kaki di Tanah Suci, semuanya dalam keadaan sehat wal’afiat dan dimudahkan dalam setiap rangkaian ibadah,” ujar Afni, Rabu (1/4/2026).

Lebih dari sekadar seremoni pelepasan, kegiatan ini juga menjadi refleksi spiritual bagi seluruh jemaah. Setelah melewati masa tunggu bertahun-tahun, keberangkatan ini menjadi puncak harapan dan doa yang selama ini dipanjatkan. Tidak hanya untuk diri pribadi, namun juga untuk keluarga dan daerah asal.

Dalam kesempatan tersebut, Afni secara khusus menitipkan doa kepada para jemaah agar mendoakan Kabupaten Siak di Tanah Suci. Ia berharap keberangkatan ini membawa keberkahan yang luas bagi daerah.

Kami titip doa untuk negeri kita tercinta. Doakan agar Kabupaten Siak senantiasa dilimpahi rahmat, keberkahan, serta rezeki yang berlimpah dari Allah SWT. Semoga negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pintanya dengan penuh harap.

Pemerintah Kabupaten Siak, lanjut Afni, terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan haji, mulai dari pengelolaan kuota hingga sistem daftar tunggu. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh kepastian dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah haji.

Alhamdulillah, kuota haji kita masih dalam porsi yang baik. Ini patut kita syukuri bersama. Pemerintah terus berikhtiar agar pengelolaan kuota dan antrian haji dapat berjalan optimal, transparan, dan berkeadilan,” jelasnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci, mengingat ibadah haji membutuhkan stamina dan kesiapan mental yang prima. Ia juga menekankan pentingnya disiplin serta kepatuhan terhadap arahan petugas haji demi kelancaran ibadah.

Jaga kesehatan, patuhi aturan, dan saling tolong-menolong antar sesama jemaah. Semoga seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan bapak ibu semua kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” tambahnya.

Berdasarkan data, total 257 jemaah yang tergabung dalam Kloter 12 terdiri dari 119 laki-laki dan 138 perempuan. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Siak, yakni Kecamatan Siak (45 orang), Sungai Apit (11 orang), Tualang (50 orang), Minas (9 orang), Kandis (2 orang), Lubuk Dalam (10 orang), Kerinci Kanan (20 orang), Dayun (29 orang), Koto Gasib (11 orang), Bunga Raya (24 orang), Sabak Auh (26 orang), Mempura (11 orang), Pusako (3 orang), serta Sungai Mandau (6 orang).

Di antara ratusan jemaah tersebut, sosok Muinah Binti Mustari menjadi perhatian. Jemaah tertua perempuan asal Kecamatan Sabak Auh ini berusia 80 tahun, namun tetap menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi menyambut keberangkatan ke Tanah Suci.

Alhamdulillah, saya sangat senang. Ini pertama kali saya berangkat haji, sebelumnya hanya sempat umrah sekali. Saya sudah menunggu sejak tahun 2020, akhirnya tahun ini Allah beri kesempatan,” ungkap Muinah dengan wajah sumringah.

Kisah Muinah menjadi gambaran nyata bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual penuh kesabaran, pengorbanan, dan keyakinan. Setiap langkah yang ditempuh para jemaah merupakan bagian dari ikhtiar menuju ridha Ilahi.

Perjalanan haji tahun ini diharapkan tidak hanya membawa keberkahan bagi para jemaah secara individu, tetapi juga menjadi energi positif bagi pembangunan dan kemajuan Kabupaten Siak. Doa-doa yang dipanjatkan di Tanah Suci diyakini menjadi kekuatan spiritual bagi daerah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Dengan penuh harapan, masyarakat Siak melepas keberangkatan para jemaah sebagai duta doa dan kebaikan. Semoga seluruh jemaah diberikan kemudahan, kesehatan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur, sekaligus membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan negeri.

Sumber: Rahma/Dep/MC Siak