Babinsa Bangun Talud Cegah Longsor di Sragen
Peran Babinsa Sragen dalam Pembangunan Talud Jalan
LINTASTIMURMEDIA.COM - SRAGEN – Upaya pencegahan bencana tanah longsor di wilayah rawan terus digalakkan oleh TNI AD melalui peran aktif Babinsa. Salah satu contoh nyata terlihat dalam kegiatan Serma Sumartana, Babinsa Desa Guworejo bersama dua anggota Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen yang turun langsung membantu pembangunan talud jalan di Dukuh Karang, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Rabu (05/06/2025).
Menurut Serma Sumartana, pembangunan talud jalan sangat penting terutama di daerah dengan kontur tanah yang labil dan rawan longsor. Talud berfungsi sebagai dinding penahan tanah yang mampu mengurangi risiko longsor, sehingga infrastruktur jalan tetap aman digunakan masyarakat. Selain melindungi akses transportasi warga, talud juga menjadi elemen penting dalam menjaga keselamatan lingkungan sekitar.
“Pembangunan talud ini memang membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya yang tidak sedikit. Di sinilah kami sebagai Babinsa hadir untuk memberikan dukungan tenaga serta memotivasi warga agar gotong royong tetap hidup dalam budaya masyarakat desa,” ujar Serma Sumartana di sela-sela kegiatan.
Kehadiran Babinsa, menurutnya, tidak hanya memberikan dorongan moral tetapi juga menciptakan kekompakan di tengah masyarakat. Peran aktif TNI dalam pembangunan infrastruktur desa menjadi contoh nyata pengabdian kepada masyarakat. Semangat kerja keras, solidaritas, dan kebersamaan antara TNI dan rakyat terlihat dalam proses pembangunan tersebut.
“Babinsa bukan hanya aparat keamanan yang berjaga, tapi juga bagian dari masyarakat yang ikut andil dalam pembangunan desa. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa sinergi TNI dan rakyat mampu menciptakan perubahan nyata bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Partisipasi Serma Sumartana dan jajaran Koramil 02/Karangmalang dalam pembangunan talud jalan ini juga berdampak positif secara sosial. Selain mempercepat proses pembangunan, kehadiran mereka mempererat hubungan emosional antara TNI dan warga. Hubungan ini menjadi fondasi kuat dalam membangun pertahanan wilayah yang berbasis pada partisipasi masyarakat.
Talud yang berdiri kokoh nantinya bukan hanya menjadi infrastruktur pelindung dari ancaman longsor, tetapi juga simbol kekuatan gotong royong dan kepedulian sosial. Kegiatan ini mencerminkan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan desa dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Ini adalah bentuk pengabdian kami, TNI, dalam mewujudkan desa yang tangguh, aman, dan nyaman. Semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga,” tutup Serma Sumartana.
Dengan kegiatan seperti ini, peran Babinsa sebagai ujung tombak TNI di wilayah teritorial kembali terbukti mampu menjembatani antara kebutuhan masyarakat dan program pembangunan yang berkelanjutan, terutama di bidang mitigasi bencana dan ketahanan infrastruktur desa.






















