Ekraf LAMR Meriahkan Riau Bhayangkara Run 2025 dengan Bubur Lambuk

Ekraf LAMR tampil di Riau Bhayangkara Run 2025 dengan produk UMKM dan bubur lambuk khas Melayu Riau, wujud kolaborasi budaya, ekonomi kreatif, dan kepolisian.

Ekraf LAMR Meriahkan Riau Bhayangkara Run 2025 dengan Bubur Lambuk
Riau Bhayangkara Run 2025: Sinergi Budaya Melayu, Ekraf LAMR, dan Kepolisian Warnai Pekanbaru

LINTASTIMURMEDIA.COM - PEKANBARU — Kemeriahan Riau Bhayangkara Run (RBR) 2025 yang digelar pada Ahad, 13 Juli 2025, bukan sekadar ajang olahraga semata. Acara ini menjelma menjadi momentum kolaboratif yang mempertemukan semangat budaya Melayu, olahraga nasional, dan pemberdayaan ekonomi kreatif lokal, dengan mengusung tema penuh makna: Melindungi Marwah, Menjaga Tuah.

Dalam gelaran penuh energi dan antusiasme tersebut, Ekonomi Kreatif (Ekraf) LAMR Provinsi Riau tampil mencuri perhatian. Bersama Puan LAMR, mereka meramaikan arena Bhayangkara Run dengan menyuguhkan berbagai produk kreatif lokal sekaligus membagikan secara gratis bubur lambuk, kuliner tradisional khas Melayu Riau yang sarat nilai kearifan budaya.

“Kita coba mengolaborasikan budaya dalam ruang publik. Bubur lambuk, makanan khas Melayu, dibagikan secara cuma-cuma kepada seluruh peserta sebagai simbol kekayaan rasa dan identitas,” ujar Ida Rifda, perwakilan Ekraf LAMR sekaligus koordinator kegiatan, Senin (14/7).

Ekonomi Kreatif dan UMKM Riau Tampil Berdaya

Stan Ekraf LAMR disesaki pengunjung yang antusias melihat dan membeli ragam produk lokal, mulai dari kaos bertuliskan “Melindungi Marwah, Menjaga Tuah”, cenderamata, tenun Melayu, hingga makanan tradisional dan oleh-oleh khas buatan tangan para pelaku UMKM Riau. Produk-produk tersebut menjadi cerminan dari kemajuan ekonomi kreatif Riau yang berbasis pada kekuatan budaya lokal.

Sajian bubur lambuk yang dimasak dengan racikan rempah pilihan bukan sekadar kuliner, tapi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai warisan budaya. Para peserta RBR 2025 menikmati sajian ini sebagai bentuk sambutan hangat masyarakat adat Riau kepada seluruh kalangan yang hadir.

Dukungan Nyata LAMR terhadap Ekonomi Adat dan Kepolisian

Menurut Ida Rifda, kehadiran Ekraf LAMR dalam event RBR 2025 merupakan bentuk nyata komitmen Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat adat yang berkelanjutan. Terlebih lagi, Ibu Kapolri beserta rombongan turut mengunjungi stan Ekraf LAMR, yang memperlihatkan betapa pentingnya sinergi antara budaya dan institusi negara.

“Kami tak hanya membawa produk, tetapi juga membawa nilai. Bersama Puan LAMR Bidang Ekonomi dan Kreatif, kami mendorong UMKM Riau agar naik kelas tanpa kehilangan akar budaya. Bubur lambuk hari ini bukan hanya untuk disantap, tapi untuk dikenang sebagai warisan rasa Melayu Riau,” jelas Ida Rifda.

Harmoni Budaya dan Aparat Negara di Riau Bhayangkara Run

Lebih jauh, Ida Rifda menegaskan bahwa partisipasi Ekraf LAMR dalam Riau Bhayangkara Run 2025 adalah bentuk nyata kontribusi masyarakat adat Riau dalam membangun ekonomi kreatif berbasis budaya. Kolaborasi ini juga mencerminkan eratnya silaturahmi antara Ekraf LAMR dan institusi Kepolisian yang hadir dengan wajah humanis dan progresif.

Kebudayaan dan Kepolisian bisa berjalan beriringan untuk menghadirkan semangat baru dalam wajah Riau Bhayangkara Run tahun ini. Kami berharap ini menjadi inspirasi bahwa pelestarian budaya dapat sejalan dengan penguatan ekonomi dan ketahanan sosial,” tutup Ida Rifda.