Ikbal Parinduri: Tolak Radikalisme, Jaga Pancasila & UUD 1945

M. Ikbal Parinduri ajak masyarakat Sumut tolak paham radikal dan anti-Pancasila demi jaga NKRI. Waspadai infiltrasi ideologi intoleran di balik dakwah.

Ikbal Parinduri: Tolak Radikalisme, Jaga Pancasila & UUD 1945
M. Ikbal Parinduri Ajak Masyarakat Tolak Paham Bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945

LINTASTIMURMEDIA.COM – SUMATERA UTARA | Keberadaan kelompok-kelompok yang mengusung paham bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 hingga kini masih menjadi ancaman terselubung bagi keutuhan bangsa. Meski telah dilarang secara hukum, kelompok ini disinyalir tetap eksis dengan strategi kamuflase melalui nama dan misi berbeda.

Di berbagai provinsi, termasuk Provinsi Sumatera Utara, aktivitas kelompok ini terdeteksi menyusup lewat kegiatan keagamaan seperti tabligh akbar, dakwah, seminar, dialog publik, hingga diskusi terbuka. Di balik kegiatan yang tampak normatif itu, tersimpan agenda penyebaran ideologi menyimpang yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar bangsa.

M. Ikbal Parinduri, Ketua DPD Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Provinsi Sumatera Utara periode 2019–2025, angkat bicara mengenai fenomena ini. Ia mengingatkan seluruh elemen pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil agar tidak underestimate atau meremehkan potensi bahaya dari penyebaran ideologi terlarang tersebut.

“Kalau tidak ditangani secara serius, paham-paham menyimpang ini bisa berkembang menjadi intoleransi, radikalisme, bahkan terorisme, yang jelas-jelas mengancam stabilitas nasional dan keutuhan NKRI,” ujar Ikbal.

Ia menegaskan bahwa Sumatera Utara sejauh ini masih tergolong kondusif, namun bukan berarti boleh lengah. Ancaman laten bisa saja berkembang sewaktu-waktu jika pengawasan sosial dan deteksi dini tidak dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Ikbal juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat nasionalisme, rasa cinta tanah air, serta komitmen terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, hanya dengan semangat kebangsaan yang tinggi, Indonesia dapat terhindar dari infiltrasi ideologi transnasional yang kerap menyasar masyarakat awam.

Selain itu, ia mengimbau agar seluruh komunitas keagamaan, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kepemudaan, serta media massa berperan aktif dalam menjaga suasana damai dan harmonis di tengah keragaman yang ada.

“Kunci menjaga Sumatera Utara tetap rukun dan damai adalah komunikasi, kolaborasi, dan kewaspadaan kolektif. Semua elemen harus bersatu, saling mengingatkan, dan bergerak bersama untuk mencegah tumbuhnya benih-benih perpecahan bangsa,” tegasnya lagi.

Seruan M. Ikbal Parinduri ini sekaligus menjadi pengingat penting di tengah situasi global yang penuh gejolak. Ia menegaskan bahwa mencintai negara bukan hanya melalui simbol-simbol semata, tapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata dalam melawan segala bentuk paham radikal, intoleransi, dan anti-konstitusi.

Sebagai penutup, ia menekankan bahwa Sumatera Utara harus menjadi benteng kebhinekaan dan penjaga nilai-nilai luhur Pancasila, demi masa depan Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera bagi semua.


Editor: Thab313
Reporter: Rizky Zulianda