Investor Lirik Aset Kuansing, Hotel Kuansing hingga Rusun Siap Dongkrak PAD
Pemkab Kuansing membuka peluang investasi untuk mengelola Hotel Kuansing, Wisma Jalur, dan Rusun Teluk Kuantan guna meningkatkan PAD dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
TELUK KUANTAN - LINTASTIMURMEDIA.COM - Upaya Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kini mulai menunjukkan arah yang semakin konkret dan menjanjikan. Melalui strategi kolaborasi investasi yang terukur, pemerintah daerah perlahan membuka peluang baru dalam mengoptimalkan aset-aset yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap kas daerah.
Langkah progresif ini digagas langsung oleh Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, bersama Wakil Bupati H. Muklisin, yang secara konsisten mendorong masuknya investor guna menghidupkan kembali sejumlah aset strategis milik pemerintah daerah. Pendekatan berbasis kemitraan ini tidak hanya menjadi solusi atas aset yang terbengkalai, tetapi juga bagian dari visi besar memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Sejumlah investor pun dilaporkan mulai menunjukkan ketertarikan serius untuk mengelola berbagai aset potensial, di antaranya Hotel Kuansing, Wisma Jalur, serta Rumah Susun (Rusun) Teluk Kuantan. Ketiga aset ini dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara profesional, modern, dan berorientasi pada pasar.
Ketertarikan investor tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Umum Setda Kuansing, Deswan Antoni, bersama Kepala Bagian Ekonomi, Dr. Trian Zulhadi, di sela-sela kegiatan peninjauan lokasi yang berlangsung pada Kamis (2/4/2026) petang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses awal penjajakan kerja sama yang diharapkan segera berlanjut ke tahap teknis dan realisasi.
“Alhamdulillah, saat ini sudah ada investor yang menunjukkan minat untuk mengelola aset-aset daerah kita, termasuk Hotel Kuansing yang selama ini dalam kondisi terbengkalai dan belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Deswan Antoni saat mendampingi calon investor di lapangan.
Ia menegaskan bahwa langkah menggandeng investor merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan aset. Selama ini, sejumlah aset daerah belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD karena keterbatasan pengelolaan dan minimnya investasi.
Dengan masuknya investor, lanjut Deswan, diharapkan pengelolaan aset dapat dilakukan secara profesional, efisien, dan produktif. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Hal senada juga disampaikan oleh Kabag Ekonomi Setda Kuansing, Dr. Trian Zulhadi, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan menguntungkan semua pihak.
“Pemerintah daerah sangat terbuka terhadap kerja sama investasi, selama tetap mengedepankan regulasi yang berlaku serta memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat. Ini adalah peluang besar untuk meningkatkan PAD sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi Kuansing,” jelasnya.
Menurut Trian, keberhasilan kerja sama ini nantinya akan menjadi model pengelolaan aset daerah berbasis kemitraan yang dapat direplikasi pada sektor-sektor lainnya. Dengan demikian, Kuansing tidak hanya mengandalkan sumber pendapatan konvensional, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi baru yang berkelanjutan.
Salah satu aset yang menjadi perhatian utama dalam penjajakan ini adalah Hotel Kuansing, yang selama beberapa tahun terakhir berada dalam kondisi kurang terawat dan belum beroperasi secara maksimal. Dengan lokasi strategis di ibu kota kabupaten, hotel ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat akomodasi yang representatif, terutama dalam mendukung kegiatan pemerintahan, bisnis, dan pariwisata.
Jika dikelola dengan konsep manajemen modern dan standar pelayanan yang baik, Hotel Kuansing diyakini dapat kembali hidup dan menjadi salah satu ikon daerah sekaligus sumber PAD baru yang signifikan. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung sektor pariwisata dan event daerah, seperti tradisi Pacu Jalur yang telah dikenal luas.
Selain itu, Wisma Jalur dan Rumah Susun Teluk Kuantan juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai fasilitas hunian dan layanan publik yang bernilai ekonomi. Pengelolaan berbasis investasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Langkah strategis yang diambil oleh Bupati dan Wakil Bupati Kuansing ini pun dinilai sebagai terobosan penting dalam menghadapi tantangan keterbatasan fiskal daerah. Dengan memaksimalkan aset yang ada melalui skema kerja sama investasi, pemerintah daerah dapat mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Lebih dari itu, kebijakan ini juga mencerminkan arah pembangunan Kuansing yang semakin adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kemandirian ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah dan investor diharapkan menjadi kunci utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.
Ke depan, masyarakat pun menaruh harapan besar agar proses penjajakan ini dapat segera terealisasi dalam bentuk kerja sama konkret, sehingga aset-aset daerah yang selama ini “tidur” dapat bangkit menjadi sumber kekuatan ekonomi baru bagi Kabupaten Kuantan Singingi.






















