Kapolres Meranti Larang Pistol Mainan, Ancam Keamanan Saat Lebaran
Polres Kepulauan Meranti melarang penggunaan pistol mainan peluru plastik karena dinilai berbahaya, memicu tawuran anak, dan mengganggu ketertiban selama libur Idulfitri 1447 H.
MERANTI – LINTASTIMURMEDIA.COM — Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti secara tegas mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan para orang tua, untuk tidak memainkan pistol mainan berpeluru plastik. Larangan ini bukan tanpa alasan, melainkan didasari kekhawatiran meningkatnya potensi bahaya fisik hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terlebih di momentum libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, pada Selasa (24/3/2026). Ia menegaskan bahwa fenomena permainan pistol mainan yang kini marak di kalangan anak-anak telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan menjadi perhatian serius pihak kepolisian.
“Pistol mainan berpeluru plastik ini sedang ramai dimainkan dan mulai menimbulkan keresahan. Selain berbahaya secara fisik, juga berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan,” ujar Aldi dalam keterangannya.
Berdasarkan laporan yang diterima Polres Kepulauan Meranti, anak-anak kerap memainkan pistol tersebut di ruang publik, seperti jalan raya dan kawasan permukiman padat. Aktivitas ini dinilai tidak hanya membahayakan diri mereka sendiri, tetapi juga berisiko terhadap pengguna jalan lainnya.
Dalam sejumlah kasus, peluru plastik yang ditembakkan dapat mengenai pengendara motor maupun pejalan kaki, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan atau konflik spontan di lapangan.
Lebih jauh, Kapolres mengungkapkan bahwa dampak sosial dari permainan tersebut juga tidak bisa dianggap remeh. Ia menilai penggunaan pistol mainan berpeluru plastik berpotensi memicu konflik antar anak hingga berkembang menjadi perkelahian bahkan tawuran kelompok.
“Dampaknya bisa lebih luas. Ada anak atau kelompok yang tidak terima ketika ditembak, lalu berujung pada perkelahian. Ini yang kita antisipasi agar tidak berkembang menjadi tawuran,” jelasnya.
Sebagai langkah preventif dan respons cepat, Polres Kepulauan Meranti akan meningkatkan intensitas patroli di sejumlah titik rawan, khususnya di lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul dan bermain anak-anak. Patroli ini juga akan diiringi dengan pendekatan persuasif melalui edukasi langsung kepada masyarakat.
Petugas di lapangan nantinya tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga melakukan penertiban terhadap penggunaan pistol mainan yang dinilai berpotensi mengganggu situasi kamtibmas.
Tak hanya menyasar pengguna, pihak kepolisian juga mengingatkan para pedagang agar untuk sementara waktu tidak menjual pistol mainan berpeluru plastik selama periode libur Lebaran. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menekan peredaran dan penggunaan mainan tersebut di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau para pedagang untuk tidak menjual sementara waktu selama libur Idulfitri. Ini demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegas Aldi.
Meski demikian, Kapolres memastikan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan tidak dimaksudkan sebagai pelarangan permanen terhadap aktivitas perdagangan. Barang dagangan yang diamankan nantinya akan dikembalikan kepada para pelaku usaha setelah masa libur berakhir dan aktivitas sekolah kembali normal.
“Kami tidak melarang secara permanen. Ini adalah langkah preventif selama masa libur Lebaran, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah. Pengawasan yang baik dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah potensi bahaya sejak dini.
“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih peduli dan memperhatikan anak-anaknya. Jangan sampai mereka bermain di jalan menggunakan pistol mainan yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tutupnya.
Polres Kepulauan Meranti pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan, khususnya selama momentum libur Lebaran. Sinergi antara aparat, orang tua, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga.
Jurnalis: Ade Tian Prahmana





















