Normalisasi Saluran Atasi Banjir Bagan Siapi-Api
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas PUTR terus melakukan normalisasi saluran air di pusat Kota Bagan Siapi-Api untuk mengendalikan banjir. Pengerjaan difokuskan di beberapa titik rawan genangan seperti Jalan Pulau Garam dan Parit Kerang menuju Jalan SGB, agar genangan air bisa teratasi, terutama saat musim hujan tiba.
LINTASTIMURMEDIA.COM – ROKAN HILIR – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR), terus melaksanakan program normalisasi saluran air sebagai upaya pengendalian banjir yang sering melanda pusat Kota Bagan Siapi-Api, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Program ini merupakan bagian dari prioritas utama yang diusung oleh Bupati Rokan Hilir, H. Bistaman, bersama Wakil Bupati Jhony Charles BA, MBA, khususnya dalam menangani persoalan genangan air yang kerap terjadi di pusat kota Bagan Siapi-Api.
Kepala Dinas PUTR, Asnar, menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi ini berjalan seiring kondisi cuaca yang saat ini memasuki musim kemarau. “Cuaca yang mendukung, yakni musim panas, sangat membantu proses penggalian dan normalisasi saluran air di wilayah Kota Bagan Siapi-Api,” ungkapnya kepada publik melalui pesan WhatsApp pada Minggu siang, 8 Juni 2025.
Asnar juga menjelaskan bahwa normalisasi sebelumnya telah selesai dikerjakan pada ruas jalan baik-baik Pelabuhan Baru yang terhubung langsung ke Sungai Pabrik. “Kini, Dinas PUTR Rokan Hilir terus melanjutkan normalisasi untuk mengatasi banjir yang terjadi di beberapa titik, termasuk di Jalan Pulau Garam, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rokan Hilir saat ini sedang fokus melakukan normalisasi saluran di sekitar Parit Kerang yang mengarah ke Jalan SGB. Menurut Asnar, setelah pengerjaan normalisasi di Jalan SGB selesai, genangan air di lokasi tersebut akan berkurang signifikan.
“Setelah saluran di Jalan SGB berhasil dituntaskan, air tidak akan lagi menggenang di seputaran lokasi tersebut dan Gedung Pertemuan Misran Rais. Dengan demikian, beberapa titik rawan banjir dapat terbebas dari luapan air saat hujan turun, terutama saat musim penghujan tiba,” jelas Asnar.






















