Panglima TNI Luncurkan SPPG di Boyolali, Ratusan Ribu Siswa Dapat Makan Bergizi Gratis
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan Operasi SPPG di Boyolali. Program ini menghadirkan makan bergizi gratis bagi 378.745 siswa di seluruh Indonesia sebagai upaya cegah stunting dan memperkuat ketahanan nasional.
BOYOLALI – LINTASTIMURMEDIA.COM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., resmi meluncurkan Operasi Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lanud Adi Soemarmo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jumat (26/9/2025). Dalam kunjungan kerja tersebut, Panglima TNI hadir bersama Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, S.E., M.M., disambut jajaran prajurit dan Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E.
Program SPPG menjadi wujud nyata kepedulian Tentara Nasional Indonesia terhadap rakyat, khususnya dalam menjawab tantangan gizi anak-anak sekolah. Kehadiran Panglima TNI di Boyolali menandai tonggak baru pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ratusan ribu siswa di berbagai daerah.
Ratusan Ribu Anak Sekolah Jadi Penerima Manfaat
Dalam sambutannya, Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa hingga kini TNI telah mengoperasionalkan tidak kurang dari 452 SPPG di seluruh Indonesia. Program tersebut melibatkan satuan TNI AD, AL, maupun AU secara terpadu.
“Melalui ratusan pos SPPG yang sudah berjalan, kita mampu memberikan Makan Bergizi Gratis kepada 378.745 siswa penerima manfaat di berbagai wilayah,” ungkap Panglima TNI di hadapan hadirin.
Ia menekankan bahwa keberadaan program ini bukan hanya sebatas distribusi makanan, melainkan juga upaya strategis membangun generasi emas Indonesia yang sehat jasmani, cerdas, dan siap berkompetisi di masa depan.
TNI Sebagai Garda Depan Pengabdian Rakyat
Menurut Panglima TNI, pelibatan prajurit dalam pemenuhan gizi anak sekolah merupakan wujud tanggung jawab moral sekaligus pengabdian tanpa pamrih.
“TNI selalu hadir di tengah rakyat, membantu kesulitan masyarakat, termasuk dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Kita ingin memastikan generasi penerus bangsa tumbuh kuat, sehat, dan berdaya saing,” tegasnya.
Sebagai langkah penguatan, TNI juga menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Gizi Nasional untuk memastikan program ini berjalan berkesinambungan. Dengan sinergi ini, diharapkan kualitas pangan, distribusi, hingga evaluasi manfaat dapat terukur secara tepat.
Terobosan Strategis untuk Ketahanan Nasional
Program SPPG di Boyolali menjadi gambaran bahwa pemenuhan gizi bukan hanya urusan kesehatan, tetapi juga bagian dari strategi ketahanan nasional. TNI menilai sumber daya manusia yang unggul merupakan fondasi penting dalam menjaga kedaulatan bangsa di era global.
Jenderal Agus mengajak seluruh satuan TNI yang terlibat agar menjalankan SPPG dengan dedikasi, profesionalisme, dan semangat pengabdian. “Jadikan program ini sebagai ladang pengabdian sekaligus bukti nyata bahwa TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional,” pesannya.
Harapan untuk Generasi Emas Indonesia
Melalui Operasi SPPG, Panglima TNI berharap Boyolali dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung program gizi nasional. Langkah ini diyakini mampu menekan angka stunting, meningkatkan kesehatan anak sekolah, serta melahirkan generasi penerus yang tangguh.
Peluncuran SPPG di Boyolali bukan hanya acara seremonial, tetapi juga momentum penting mempertegas komitmen TNI sebagai kekuatan bangsa yang selalu hadir bersama rakyat. Dengan gizi yang cukup, anak-anak Indonesia diharapkan dapat tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, sehat, dan berdaya saing global.





















