Pendaftaran TNI AD Gratis di Sragen, Dandim Tegaskan Tanpa Biaya
Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Ricky Julianto Wuwung menegaskan pendaftaran prajurit TNI AD tahun 2025 gratis tanpa pungutan biaya. Rekrutmen dibuka untuk Tamtama dan Bintara dengan syarat terbaru, memberi peluang besar bagi generasi muda Sragen dan seluruh Indonesia untuk mengabdi pada bangsa.
LINTASTIMURMEDIA.COM – SRAGEN – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali membuka peluang emas bagi generasi muda di seluruh Indonesia untuk bergabung menjadi prajurit. Komandan Kodim 0725/Sragen, Letkol Inf Ricky Julianto Wuwung, S.Dos, M.IP, menegaskan bahwa pendaftaran prajurit TNI AD dipastikan gratis dan tidak dipungut biaya sepeser pun.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Dandim Sragen saat hadir dalam Podcast bertema “Sosialisasi Penerimaan Prajurit TNI AD Tahun 2025” di Radio Bhuana Asri 94,7 FM Sragen, pada Sabtu (27/9/2025). Kehadiran beliau sekaligus memberikan klarifikasi resmi agar masyarakat tidak terjebak isu pungutan liar yang kerap mengiringi proses rekrutmen TNI.
“Dipastikan, penerimaan maupun pendaftaran sebagai prajurit TNI AD adalah gratis. Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apapun. Program penerimaan prajurit ini merupakan agenda resmi dari bidang personel, khususnya dalam rangka penyediaan tenaga untuk memperkuat pertahanan negara,” tegas Letkol Inf Ricky.
Menurutnya, saat ini proses penerimaan masih berlangsung untuk Tamtama Prajurit Karier TNI AD gelombang ketiga tahun 2025, khusus laki-laki. Sementara itu, untuk penerimaan Bintara Prajurit Karier sudah memasuki gelombang kedua. Dalam satu tahun, TNI AD membuka tiga gelombang rekrutmen Tamtama dan beberapa gelombang untuk Bintara, sehingga kesempatan bagi generasi muda terbuka luas.
“Rekrutmen prajurit TNI AD terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi persyaratan. Tidak ada biaya sama sekali. Tujuannya adalah memberi kesempatan sebesar-besarnya bagi generasi muda, baik di Kabupaten Sragen maupun di daerah lain di seluruh Indonesia, untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dandim 0725/Sragen juga menyampaikan adanya penyesuaian persyaratan, yakni batas usia yang semula maksimal 23 tahun kini menjadi 24 tahun saat pembukaan pendidikan. Adapun tinggi badan minimal untuk Bintara adalah 163 cm, sedangkan untuk Tamtama 158 cm. Penyesuaian ini diharapkan semakin membuka ruang partisipasi bagi pemuda yang bercita-cita menjadi prajurit TNI.
Tidak hanya syarat fisik, Dandim juga mengingatkan bahwa TNI AD mencari prajurit dengan karakter kuat, berintegritas, disiplin, serta memiliki jiwa nasionalisme tinggi. “Penting untuk selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga kesehatan, dan mempersiapkan diri secara fisik maupun mental. TNI AD tidak hanya membutuhkan prajurit yang kuat secara fisik, tapi juga yang memiliki moralitas, dedikasi, dan semangat kebangsaan,” pesannya.
Melalui sosialisasi ini, Dandim berharap generasi muda Sragen dan sekitarnya semakin termotivasi mengikuti seleksi resmi penerimaan prajurit TNI AD. Dengan keterbukaan informasi serta jaminan transparansi tanpa biaya, masyarakat diingatkan untuk waspada terhadap oknum yang mencoba memanfaatkan situasi dengan menjanjikan kelulusan melalui jalan pintas.
Pendaftaran prajurit TNI AD gratis ini menjadi momentum penting bagi para pemuda Indonesia untuk meniti karier militer dengan penuh kehormatan. Lebih dari sekadar profesi, menjadi prajurit TNI AD adalah panggilan jiwa untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.





















