Pohon Tumbang di Boyolali, Babinsa dan BPBD Sigap Evakuasi Warga
Hujan deras disertai angin kencang robohkan pohon di Boyolali, merusak atap rumah. Babinsa dan BPBD cepat tanggap bantu evakuasi warga terdampak.
BOYOLALI – LINTASTIMURMEDIA.COM – Hujan lebat yang disertai angin kencang mengguyur Boyolali pada Senin (29/09/25) sore hingga malam, menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa beberapa rumah warga di Kelurahan Siswodipuran dan Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali. Beruntung, tidak ada korban jiwa, meski beberapa rumah mengalami kerusakan terutama pada bagian atap dan dinding.
Mengetahui situasi darurat ini, empat Babinsa Koramil 01/Boyolali Kodim 0724/Boyolali yang dipimpin Serka Joko Tri Mulyono, bersama tim BPBD Boyolali dan warga setempat, bergerak cepat untuk mengevakuasi puing-puing dan menyingkirkan pohon tumbang. Proses evakuasi dilakukan dengan mesin senso serta peralatan lain yang dibawa oleh tim BPBD, dilakukan secara gotong royong untuk mempercepat pemulihan akses warga terdampak.
“Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai Babinsa TNI, untuk selalu hadir membantu kesulitan warga binaan, apalagi saat terjadi bencana alam seperti hujan deras dan angin kencang,” jelas Serka Joko Tri Mulyono. Ia menekankan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung ketahanan wilayah dan membantu masyarakat dalam kondisi darurat.
Selain melakukan evakuasi, Serka Joko juga memberikan imbauan keselamatan kepada warga. Ia meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, terutama hujan deras dan angin kencang. “Hindari berteduh di bawah pohon tinggi atau bangunan rapuh saat hujan lebat, demi keselamatan diri dan keluarga,” pesannya tegas.
Pemerintah daerah bersama TNI dan BPBD Boyolali terus meningkatkan siaga bencana dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Musim hujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih akan berlangsung beberapa minggu ke depan, sehingga kesiapsiagaan warga menjadi faktor kunci untuk meminimalisir kerugian akibat bencana alam.
Peristiwa robohnya pohon di Boyolali ini menjadi pengingat pentingnya ketahanan masyarakat dan kolaborasi antara warga, TNI, dan BPBD dalam menghadapi bencana. Kesiapsiagaan, sinergi, dan kesigapan di lapangan menjadi kunci utama mencegah kerugian lebih besar dan menjaga keselamatan warga Boyolali di tengah cuaca ekstrem.





















