Prioritaskan Pendidikan: Pemkab Rohil Bangun Sekolah Terpencil dan Perluas Beasiswa Merata
Pemkab Rohil prioritaskan pendidikan dengan bangun sekolah terpencil, distribusi beasiswa, dan peningkatan kualitas guru di wilayah 3T.
LINTASTIMURMEDIA.COM - ROKAN HILIR - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di bawah kepemimpinan Bupati H. Bistamam menegaskan komitmennya menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah. Melalui pendekatan komprehensif, mulai dari pembangunan infrastruktur sekolah, peningkatan kualitas guru, hingga perluasan distribusi beasiswa, Pemkab Rohil berupaya membangun fondasi sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Pembangunan sekolah tidak cukup hanya fisik. Kualitas guru dan kurikulum yang adaptif harus menjadi perhatian utama. Tanpa SDM yang kuat, sekolah hanya menjadi bangunan kosong,” tegas Bupati Bistamam, Kamis (8/5/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi masih adanya ketimpangan akses pendidikan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), khususnya di kecamatan Pasir Limau Kapas, Sinaboi, dan Pujud. Pemerintah daerah, lanjutnya, tidak hanya mengandalkan dana APBD, tetapi juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk percepatan revitalisasi pendidikan.
Salah satu inisiatif yang telah diajukan ialah pembangunan SD Negeri 014 Pasir Limau Kapas ke Komisi X DPR RI, dan mendapat respons positif. Program ini diharapkan menjadi model percepatan pembangunan sekolah dasar di daerah terpencil lainnya di Rokan Hilir.
Tak hanya pembangunan infrastruktur, Bupati Bistamam juga menekankan pentingnya program afirmatif seperti **Program Indonesia Pintar (PIP)**. Menurutnya, hampir seluruh siswa dari keluarga kurang mampu di wilayah seperti Bangko, Palika, dan Air Hitam telah masuk dalam daftar penerima bantuan pendidikan tersebut.
“Beasiswa bukan semata bantuan biaya. Ini bentuk nyata kehadiran negara untuk membuka masa depan generasi muda,” ujar Bistamam.
Untuk memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran program pendidikan, Pemkab Rohil melalui Dinas Pendidikan rutin melakukan pemetaan kebutuhan sekolah berbasis data faktual. Bupati juga menekankan agar alokasi bantuan pendidikan harus berlandaskan skala prioritas dan asas keadilan.
“Saya tidak ingin keputusan diambil hanya berdasarkan asumsi. Semua harus berbasis data. Yang paling membutuhkan, harus didahulukan. Dan saya berharap DPRD ikut mengawal hal ini agar kebijakan benar-benar menyentuh yang berhak,” kata Bupati.
Bupati juga memberikan apresiasi tinggi kepada para tenaga pendidik di daerah yang tetap semangat dan berdedikasi meskipun menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Dukungan terhadap guru merupakan investasi jangka panjang demi masa depan daerah yang lebih cerah,” tutupnya.





















