Pacu Jalur Idulfitri 1447 H di Inuman Kuansing Meriah, Pererat Silaturahmi
Pacu jalur Idulfitri 1447 H di Inuman, Kuantan Singingi berlangsung meriah di Tepian Datuak Panglimo Dalam, jadi ajang silaturahmi, hiburan warga, dan pelestarian budaya khas Kuansing.
INUMAN – LINTASTIMURMEDIA.COM – Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, kian semarak dengan digelarnya tradisi budaya pacu jalur di Tepian Datuak Panglimo Dalam, Desa Pulau Panjang Hilir, Kecamatan Inuman, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kenegerian Pulau Panjang ini tidak sekadar perlombaan perahu tradisional di aliran sungai, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi, memperkuat nilai kebersamaan, serta melestarikan warisan budaya turun-temurun yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Kuansing.
Sejak siang hari, ratusan warga tampak memadati tepian sungai. Suasana penuh kegembiraan, canda tawa, serta semangat kebersamaan begitu terasa, terlebih karena momen ini bertepatan dengan suasana Lebaran yang identik dengan tradisi pulang kampung (mudik). Para perantau yang kembali ke kampung halaman pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menyaksikan langsung kemeriahan pacu jalur, tradisi yang menjadi ikon budaya daerah.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kuantan Singingi, Maulana Imam Saleh, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan pacu jalur selama tiga hari ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kompetisi.
Menurutnya, pacu jalur merupakan ruang sosial yang mempertemukan masyarakat lintas generasi dalam satu semangat kebersamaan, terutama dalam suasana Idulfitri yang sarat dengan nilai saling memaafkan dan mempererat hubungan kekeluargaan.
“Pacu jalur ini kita laksanakan bukan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana silaturahmi dan hiburan bagi masyarakat. Terutama bagi para perantau yang pulang kampung saat Idulfitri, ini menjadi momen yang sangat dinanti,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa event ini juga berfungsi sebagai ajang pemanasan atau uji coba jalur bagi para atlet pacu jalur sebelum menghadapi event yang lebih besar, seperti Festival Pacu Jalur yang rutin digelar setiap peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek sosial dan budaya, tetapi juga turut mendukung pembinaan atlet lokal agar tetap kompetitif dan siap tampil di tingkat yang lebih tinggi.
“Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ajang uji coba bagi para atlet pacu jalur. Di sisi lain, ini adalah bagian dari upaya kita menjaga dan melestarikan tradisi budaya khas Kuantan Singingi agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” tambahnya.
Pacu jalur sebagai warisan budaya lokal memiliki nilai historis, filosofis, sekaligus identitas yang kuat bagi masyarakat Kuansing. Tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong, kekompakan, serta strategi dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama—nilai-nilai yang relevan dalam kehidupan sosial masyarakat hingga saat ini.
Dalam pelaksanaannya, pacu jalur Idulfitri di Inuman ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp32 juta serta Piala Bergilir Ketua Komisi III DPRD Kuantan Singingi. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta yang berasal dari berbagai desa di sekitar wilayah tersebut.
Acara pembukaan juga turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kuantan Singingi, Yulia Herma Suhardiman, yang memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan ini dengan menyerahkan bonus kepada setiap jalur peserta sebagai bentuk dukungan dan motivasi.
Dari pantauan di lapangan, tampak hadir pula Camat Inuman, Kapolsek Inuman, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Inuman. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga serta menyukseskan kegiatan budaya tersebut.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Tepian sungai dipenuhi penonton dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Sorak sorai dan dukungan terhadap jalur-jalur yang berlaga menambah semarak suasana, menjadikan event ini tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai pengalaman emosional yang mempererat rasa kebersamaan.
Di akhir sambutannya, Maulana Imam Saleh berharap agar kegiatan pacu jalur ini dapat terus dilestarikan dan ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya di masa mendatang. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga sportivitas, kekompakan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi tersebut.
Dengan semangat Idulfitri yang penuh kebersamaan, pacu jalur di Tepian Datuak Panglimo Dalam bukan hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga simbol kuat persatuan, identitas budaya, serta kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi yang terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.





















