Uya Kuya Minta Terduga Penjarah Rumah Mertuanya di Duren Sawit Kembalikan Barang

Uya Kuya minta pelaku penjarahan rumah mertuanya di Duren Sawit kembalikan kucing, foto, dan dokumen berharga. Polisi tetapkan 10 tersangka.

Uya Kuya Minta Terduga Penjarah Rumah Mertuanya di Duren Sawit Kembalikan Barang
Uya Kuya Minta Terduga Penjarah Rumah Mertuanya di Duren Sawit Kembalikan Barang dan Kucing Hilang

JAKARTA - LINTASTIMURMEDIA.COM - Kasus penjarahan rumah mertua Anggota DPR RI nonaktif Surya Utama alias Uya Kuya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, terus menjadi sorotan publik. Uya Kuya secara terbuka meminta para terduga pelaku yang membawa lari barang-barang pribadi keluarganya untuk segera mengembalikannya, termasuk kucing peliharaan yang sangat berharga secara emosional.

Permintaan itu disampaikan Uya saat mendatangi Polres Metro Jakarta Timur, Rabu (3/9/2025). Ia berharap pengembalian dapat dilakukan melalui ketua Rukun Warga (RW) setempat sebagai bentuk tanggung jawab moral.

“Saya menghimbau agar ada kesadaran dari pihak yang mengambil. Terutama kucing, foto-foto keluarga, serta surat-surat berharga, mohon segera dikembalikan melalui Ketua RW,” ungkap Uya.

Fokus Pulihkan Kondisi Rumah dan Keluarga

Uya menegaskan, saat ini dirinya lebih memprioritaskan pemulihan kondisi rumah mertuanya yang rusak akibat penyerangan, sembari tetap mencari kucing dan barang-barang lain yang hilang.

“Kucing yang berhasil ditemukan sudah tiga ekor, dan kami mendapat informasi masih ada beberapa lagi,” jelasnya. Ia juga mengaku polisi telah mengamankan sebagian dokumen penting. “Polisi menemukan satu bundel berisi foto istri, akta jual beli, dan dokumen lain. Saya belum melihat langsung, tapi ini sangat berarti bagi keluarga,” tambahnya.

Polisi Tetapkan 10 Tersangka Penjarahan

Kasus penjarahan ini diusut serius oleh pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, menyebutkan ada 18 orang yang sempat diamankan. Dari jumlah itu, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka.

“Empat orang tersangka kasus penyerangan petugas, sementara enam lainnya terkait penjarahan rumah Uya Kuya. Delapan orang lainnya dipulangkan karena tidak terbukti,” ujarnya.

Polisi juga masih memburu pelaku lain yang diduga kuat terlibat. “Anggota di lapangan masih melakukan pengejaran. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah,” tambah Dicky.

Seruan Penyelesaian dan Restorative Justice

Sebelumnya, Uya Kuya sempat menyatakan sikap ikhlas dan membuka ruang penyelesaian kasus secara restorative justice, khususnya terkait barang-barang rumah tangga seperti pendingin ruangan (AC). Namun untuk dokumen penting dan kucing peliharaan, ia berharap ada itikad baik dari para pelaku untuk mengembalikannya.

Dampak Sosial Penjarahan

Kasus ini menggambarkan betapa rapuhnya rasa aman di tengah masyarakat perkotaan. Penyerangan terhadap rumah keluarga publik figur bukan hanya soal kerugian material, tetapi juga psikologis bagi korban. Kehilangan kucing peliharaan, foto keluarga, dan dokumen penting menunjukkan bahwa penjarahan tidak sekadar perbuatan kriminal, tetapi juga merampas nilai emosional dan sejarah pribadi.

Kesimpulan

Hingga kini, proses hukum masih berjalan. Polisi memastikan akan terus memperbarui perkembangan penyidikan, termasuk pengejaran pelaku lain. Sementara itu, Uya Kuya tetap menyerukan agar kesadaran moral dikedepankan: barang-barang berharga, foto, dokumen, serta kucing peliharaan mertuanya dikembalikan, demi memulihkan luka sosial yang ditimbulkan dari tragedi penjarahan di Duren Sawit tersebut.