Kantong Parkir & Rekayasa Lalu Lintas Pacu Jalur Kuansing 2025
Polda Riau siapkan 16 kantong parkir dan pengalihan arus demi kelancaran Festival Pacu Jalur Kuantan Singingi 2025 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan.
LINTSTIMURMEDIA.COM – KUANTAN SINGINGI – Perhelatan Festival Pacu Jalur Kuantan Singingi 2025 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Riau, dipastikan menjadi magnet ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara. Untuk mendukung kelancaran acara budaya tahunan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia, Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyiapkan strategi komprehensif berupa pengaturan kantong parkir dan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik vital.
Festival yang akan digelar pada 18–25 Agustus 2025 ini tidak hanya menjadi ajang lomba tradisi mendayung perahu jalur, tetapi juga pesta rakyat yang menghadirkan daya tarik wisata, kuliner, hingga kesenian Melayu Riau. Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, pengaturan lalu lintas menjadi kunci utama agar Pacu Jalur berjalan aman, tertib, dan nyaman.
16 Kantong Parkir Disiapkan
Berdasarkan data resmi Ditlantas Polda Riau, terdapat 16 titik kantong parkir di wilayah Kecamatan Teluk Kuantan. Lokasi ini didesain agar dapat menampung berbagai jenis kendaraan mulai dari motor, mobil pribadi, hingga bus rombongan wisatawan.
Kantong Parkir Utama (Mobil & Bus)
Beberapa titik parkir utama ditempatkan di lokasi strategis yang memiliki kapasitas besar, antara lain:
-
Stadion Sport Center Kuansing
-
Pasar Modern Teluk Kuantan
-
Lapangan Depan Ponpes KH Ahmad Dahlan
-
Jalur Dua Karak
Keempat titik ini dipilih karena dekat dengan jalur masuk utama menuju Tepian Narosa dan memiliki akses jalan yang lebar.
Kantong Parkir Kendaraan Pribadi
Untuk pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, mobil dapat diparkir di:
-
Kantor Samsat Teluk Kuantan
-
Rumah Dinas Polri
-
Lapangan Pelangi Waterpark
-
Jalur Dua Jalan Diponegoro
Sementara bagi pengendara motor, titik parkir tersebar di:
-
Terminal Eks Pasar Lumpur
-
Halaman Baznas Kuansing
-
Halaman Poskeswan Teluk Kuantan
Rekayasa Lalu Lintas Pacu Jalur 2025
Selain penyiapan parkir, rekayasa lalu lintas besar-besaran diberlakukan mulai 18–25 Agustus 2025. Langkah ini mencakup ruas-ruas jalan strategis di Pekanbaru, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu (Inhu), Siak, hingga Bengkalis.
Dalam unggahan resmi Instagram Ditlantas Polda Riau (20/8), disebutkan bahwa rekayasa lalu lintas dan pembatasan kendaraan berat menjadi bagian penting demi menyukseskan Pacu Jalur 2025 Kuansing.
“Rekayasa lalu lintas dan pembatasan jam operasional truk dilaksanakan dalam rangka mendukung kelancaran event Pacu Jalur 2025 di Kuansing,” tulis keterangan resmi Ditlantas Polda Riau.
Pembatasan Kendaraan Bertonase Berat
Untuk mencegah kemacetan, kendaraan angkutan bertonase berat seperti truk batu bara, CPO, kayu, sawit, dan galian C hanya diperbolehkan melintas pada jam tertentu.
-
18–25 Agustus 2025
-
Jam operasional: 23.59 WIB – 05.00 WIB
Dengan aturan ini, jalur transportasi menuju Teluk Kuantan lebih fokus diprioritaskan bagi kendaraan masyarakat umum dan wisatawan.
Skema Pengalihan Arus di Sejumlah Wilayah
Agar perjalanan lebih lancar, berikut pengaturan arus lalu lintas Pacu Jalur 2025:
-
Indragiri Hulu (Inhu)
-
Kendaraan dari Sumbar ke Rengat dialihkan via Jalan Merbau – Simpang Traffic Light Rumdin Bupati Kuansing – Simpang PTPT.
-
Kendaraan dari Inhu ke Sumbar melalui jalur sebaliknya.
-
-
Rengat
-
Kendaraan dari Rengat ke Pekanbaru diarahkan ke Simpang PTPT Desa Sentajo – Jalan Teluk Kuantan – Pekanbaru.
-
Tujuannya agar kendaraan berat dan kendaraan wisatawan terpisah.
-
-
Pekanbaru – Kuansing
-
Kendaraan dari Pekanbaru menuju Kuansing diarahkan melalui Jalan Lintas Pekanbaru–Kuantan Singingi – Simpang Traffic Light Rumdin Bupati Kuansing – Jalan Lintas Teluk Kuantan–Sumbar.
-
Harapan Festival Berjalan Lancar
Dengan rekayasa lalu lintas yang terstruktur dan penempatan kantong parkir yang merata, Pacu Jalur 2025 diharapkan berjalan aman, tertib, dan sukses besar.
“Semoga Pacu Jalur menjadi pengalaman menyenangkan bagi seluruh masyarakat Riau dan wisatawan yang hadir,” ungkap Novriansyah, salah satu wisatawan, kepada awak media.
Festival ini bukan hanya lomba perahu jalur, melainkan simbol identitas budaya Melayu Riau, sarana mempererat persaudaraan, serta daya tarik wisata unggulan yang dapat mendongkrak ekonomi lokal Kuantan Singingi.





















