Pekan Budaya Melayu Serumpun Riau Raup 60.000 Pengunjung

Pekan Budaya Melayu Serumpun di Pekanbaru sukses menarik lebih dari 60.000 pengunjung selama empat hari, menampilkan Mahkota Kesultanan Siak dan memberdayakan ekonomi kreatif lokal di HUT ke-68 Riau.

Pekan Budaya Melayu Serumpun Riau Raup 60.000 Pengunjung
Gubernur Riau (Gubri) menghadiri pembukaan Pekan Budaya Melayu Serumpun di Pekanbaru, 7 Agustus 2025, yang sukses menarik lebih dari 60.000 pengunjung dalam rangka HUT ke-68 Provinsi Riau.

LINTASTIMURMEDIA.COM - PEKANBARUPekan Budaya Melayu Serumpun yang berlangsung di Pekanbaru, Provinsi Riau, sukses menarik antusiasme luar biasa dengan total lebih dari 60.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan, mulai 7 hingga 10 Agustus 2025. Event budaya besar bertajuk Kenduri Riau ini digelar khusus dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Riau, sekaligus menjadi momentum penting pelestarian dan promosi budaya Melayu Riau.

Menurut data resmi dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Bapak Roni Rakhmat, jumlah pengunjung yang datang tercatat sangat signifikan mencapai angka 60.229 orang.

“Data pengunjung ini kami peroleh dari pantauan ketat petugas panitia yang memonitor arus kedatangan selama empat hari acara berlangsung,” jelas Roni Rakhmat, Selasa (12/8/2025).

Roni menjelaskan, grafik kunjungan harian menunjukkan tren kenaikan yang cukup tajam. Pada hari pertama, Kamis 7 Agustus, tercatat 7.850 pengunjung hadir meramaikan acara. Hari kedua, Jumat 8 Agustus, jumlah pengunjung meningkat menjadi 10.575 orang.

Lonjakan terbesar terjadi pada hari ketiga, Sabtu 9 Agustus, dengan catatan 30.559 pengunjung yang memadati lokasi acara. Sedangkan di hari terakhir, Minggu 10 Agustus, tercatat sebanyak 11.245 pengunjung turut hadir, membuktikan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terutama di akhir pekan.

Mahkota Kesultanan Siak Jadi Magnet Utama

Salah satu daya tarik utama dalam Pekan Budaya Melayu Serumpun adalah pameran Mahkota Kesultanan Siak, pusaka bersejarah yang menjadi ikon kejayaan kerajaan Melayu di Riau. Pameran ini berhasil memikat perhatian 15.555 pengunjung yang datang khusus untuk menyaksikan benda bersejarah tersebut.

“Pameran Mahkota Kesultanan Siak bukan hanya sebagai magnet wisata, tapi juga berfungsi sebagai media edukasi penting yang mengangkat nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu,” tambah Roni Rakhmat.

Dampak Ekonomi dari Event Budaya Berkelas

Keberhasilan Pekan Budaya Melayu Serumpun tidak hanya terukur dari jumlah pengunjung yang membludak, tetapi juga dari dampak ekonomi positif yang dihasilkan. Sebanyak 80 stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (ekraf) mencatatkan perputaran uang mencapai Rp788.650.000 selama empat hari penyelenggaraan.

“Angka ini memperlihatkan bahwa sektor pariwisata budaya memiliki potensi besar sebagai penggerak utama perekonomian lokal, khususnya di Provinsi Riau,” ungkap Roni.

Acara ini juga menjadi platform strategis bagi 105 pelaku ekonomi kreatif untuk mempromosikan produk khas Melayu, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga wastra dan tekstil khas Riau.

Pertunjukan Seni dan Pemberdayaan Masyarakat

Pekan Budaya Melayu Serumpun semakin meriah dengan kehadiran 1.066 pelaku seni yang menampilkan beragam pertunjukan kesenian tradisional, mulai dari tarian klasik Melayu, musik gambus, hingga nyanyian tradisional yang memukau pengunjung.

“Mereka adalah jiwa dan nyawa dari acara ini. Tanpa kehadiran para seniman, suasana tidak akan semeriah ini,” puji Roni penuh apresiasi.

Tidak hanya itu, event ini juga memberdayakan 290 tenaga kerja lokal yang terlibat dalam berbagai aspek operasional, mulai dari logistik, keamanan, hingga dokumentasi dan publikasi acara. Keterlibatan beragam elemen ini menegaskan skala besar dan profesionalisme penyelenggaraan Pekan Budaya Melayu Serumpun.

Sinergi Pariwisata dan Budaya untuk Masa Depan Riau

Keberhasilan Pekan Budaya Melayu Serumpun menjadi sinyal positif yang kuat bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya di Riau. Acara ini memperlihatkan bahwa pelestarian budaya Melayu tidak hanya penting untuk menjaga identitas lokal, tetapi juga berpotensi besar sebagai daya tarik wisata yang menggerakkan roda perekonomian daerah.

Dinas Pariwisata Provinsi Riau berkomitmen terus mendukung dan mengembangkan event-event budaya serupa sebagai bagian dari strategi membangun Riau sebagai destinasi wisata budaya terdepan di Indonesia.