TNI-Masyarakat Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Korem 081/DSJ dorong kolaborasi TNI dan masyarakat serta digitalisasi pertanian guna memperkuat ketahanan pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

TNI-Masyarakat Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
Kolaborasi TNI dan Masyarakat Kunci Utama Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Berkelanjutan
TNI-Masyarakat Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

LINTASTIMURMEDIA.COM – MADIUN – Dengan mengangkat tema “Sinergitas Aparat Teritorial dengan Masyarakat Bersatu dengan Alam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Era Digital Sesuai Tipologi Wilayah Guna Mendukung Pemerintah dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional”, Korem 081/DSJ menggelar kegiatan Pembinaan Ketahanan Pangan Tahun 2025 yang dilangsungkan di Aula Jenderal Sudirman Makorem, Jl. Pahlawan No. 50, Kota Madiun, pada Rabu (25/6/2025).

Acara strategis ini menjadi wujud nyata kontribusi TNI Angkatan Darat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Kolaborasi lintas sektor, keterlibatan aktif masyarakat, serta pemanfaatan teknologi pertanian berbasis digital menjadi kunci utama dalam membangun kemandirian pangan daerah yang tangguh dan berkelanjutan.

Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kasrem 081/DSJ Letkol Inf Meina Helmi, menegaskan bahwa tema kegiatan bukan sekadar slogan, tetapi merupakan cerminan dari tekad kuat membangun sinergi antara aparat teritorial dengan seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Tema ini merupakan refleksi nyata atas pentingnya kolaborasi yang erat antara TNI AD, khususnya aparat teritorial, dengan seluruh komponen masyarakat dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional yang kian dinamis,” ujar Kolonel Untoro.

Lebih lanjut, Danrem 081/DSJ menekankan bahwa ketahanan pangan bukanlah isu teknis semata, melainkan bagian integral dari ketahanan nasional yang menyangkut stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan negara. Di tengah ancaman perubahan iklim global, ketegangan geopolitik, krisis energi, hingga disrupsi distribusi pangan, keberadaan sistem pangan yang tangguh menjadi kebutuhan mendesak bagi keberlanjutan bangsa.

TNI AD, melalui satuan komando kewilayahan seperti Korem 081/DSJ, menurutnya memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan di tingkat daerah. Peran aktif TNI dalam mendampingi petani, memberdayakan potensi lokal, serta menjembatani kerja sama lintas sektor menjadi kontribusi strategis dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Dalam konteks era digital, pendekatan konvensional saja sudah tidak lagi memadai. Untuk itu, Danrem menegaskan pentingnya digitalisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi informasi, pemetaan lahan pertanian berbasis data, penerapan sistem irigasi modern, serta penguatan kapasitas petani dengan pelatihan teknologi tepat guna yang sesuai dengan tipologi wilayah masing-masing.

“Transformasi digital dalam bidang pertanian bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan mendesak. Kita tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara lama di tengah perubahan zaman yang sangat cepat. Inovasi dan adaptasi menjadi kunci,” ujar perwira menengah TNI AD lulusan Akmil 1998 ini.

Dalam sambutannya, Danrem juga menggugah kesadaran kolektif seluruh pihak untuk membangun gerakan bersama yang nyata demi mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan nasional. Ia mengajak seluruh personel TNI dan elemen masyarakat agar bergerak bersama dalam semangat gotong royong yang dilandasi keikhlasan, kerja keras, dan kepedulian sosial terhadap masa depan bangsa.

Untuk mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional, Kolonel Untoro memberikan beberapa penekanan strategis kepada para peserta kegiatan. Di antaranya adalah pentingnya keterlibatan aktif dalam pendampingan pertanian, pengembangan potensi pangan lokal, penguatan kemandirian wilayah, pembangunan jaringan komunikasi lintas sektor, serta penerapan teknologi pertanian dan inovasi yang relevan dengan karakteristik lokal.

Dengan pendekatan holistik dan kolaboratif tersebut, Korem 081/DSJ optimistis bahwa ketahanan pangan nasional dapat diwujudkan secara berkelanjutan. Di tengah ancaman global, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat pertahanan negara dari sisi non-militer.