20 Tentara Israel Tewas di Gaza, Juni Jadi Bulan Paling Berdarah

Sedikitnya 20 tentara Israel tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza sepanjang Juni 2025. Konflik makin membara meski fokus militer Israel bergeser ke Iran. Khan Younis jadi titik paling mematikan.

20 Tentara Israel Tewas di Gaza, Juni Jadi Bulan Paling Berdarah
Tentara Israel telah melakukan genosida di Gaza sejak Oktober 2023 (Sumber: Aljazeera.net)

LINTASTIMURMEDIA.COM – GAZA – Jalur Gaza kembali menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan berdarah. Sedikitnya 20 tentara Israel dilaporkan tewas sepanjang Juni 2025 dalam pertempuran yang semakin intens di wilayah yang telah lama dibekap konflik tersebut. Angka ini menjadikan Juni sebagai bulan paling mematikan bagi militer Israel sejak awal tahun ini, sebagaimana diberitakan oleh sejumlah media terkemuka Israel pada Ahad (29/6).

Harian berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth mencatat bahwa meskipun saat ini perhatian utama militer Israel telah bergeser ke arah ketegangan berskala besar dengan Iran, namun front pertempuran di Jalur Gaza tetap menelan korban signifikan di pihak militer Zionis. Jumlah korban tewas yang tercatat pada Juni bahkan melampaui angka kematian di bulan-bulan sebelumnya sejak Januari 2025.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah memuncak ketika pada 13 Juni lalu, Israel — dengan dukungan militer dan logistik dari Amerika Serikat — melancarkan serangan udara intensif selama 12 hari ke wilayah Iran. Serangan yang diklaim bertujuan “mencegah ancaman nuklir” itu menghantam sejumlah fasilitas vital, termasuk pangkalan militer, situs nuklir strategis, hingga infrastruktur sipil yang padat penduduk. Sejumlah komandan senior militer Iran dan ilmuwan nuklir ternama dilaporkan tewas, disertai ratusan korban jiwa dan luka-luka lainnya dari kalangan sipil dan militer.

Sebagai bentuk pembalasan, Iran merespons dengan peluncuran rudal balistik jarak jauh dan gelombang serangan drone ke berbagai titik penting milik Israel, termasuk pos militer, instalasi intelijen, dan infrastruktur strategis. Serangan balik Iran berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome Israel, menyebabkan kehancuran infrastruktur skala besar, memicu kepanikan massal di sejumlah kota, serta menewaskan puluhan orang dan melukai ribuan lainnya.

Dalam laporan Yedioth Ahronoth, disebutkan bahwa 15 dari total 20 tentara Israel yang tewas bulan ini gugur dalam pertempuran dahsyat di Khan Younis, Gaza selatan, pada 24 Juni. Pertempuran tersebut diyakini merupakan salah satu yang paling mematikan bagi pasukan Israel dalam enam bulan terakhir, mencerminkan eskalasi serius di medan tempur.

Korban tewas terbaru berasal dari Batalion Teknik Tempur ke-601, yang dilaporkan gugur dalam baku tembak sengit di Gaza utara pada Ahad pagi. Pasukan tersebut diketahui tengah melakukan operasi di zona yang diklaim sebagai basis pertahanan kelompok perlawanan Palestina, ketika serangan mendadak menewaskan sejumlah personel.

Dengan meningkatnya angka korban jiwa dan terus berlangsungnya serangan balasan, konflik di Gaza dan Timur Tengah diprediksi akan terus bergulir tanpa kejelasan akhir, menyisakan luka mendalam bagi warga sipil, dan menambah daftar panjang korban dari kedua belah pihak.