SUDAH HAMPIR 20 TAHUN PASAMAN BARAT MEKAR, CUCU KAMANAKAN KAMPUANG SINURUIK BUKIK BERHARAP PERIODE HAMSUARDI MEMBANGUN MUSIUM RUMAH USANG SINURUIK

#LINTASTIMURMEDIACOM

SUDAH HAMPIR 20 TAHUN PASAMAN BARAT MEKAR, CUCU KAMANAKAN KAMPUANG SINURUIK BUKIK BERHARAP PERIODE HAMSUARDI MEMBANGUN MUSIUM RUMAH USANG SINURUIK

LINTASTIMURMEDIA.COM - PASAMAN BARAT 6/12/23 Atas undangan cucu kamanakan Kampuang Sinuruik Bukik, niniak mamak dan Y.Rahma Shinta, SE. 

Bupati serius memberikan perhatiannya atas keinginan cucu kamanakan Kampuang Sinuruik membangun objek wisata berupa musium peninggalan benda bersejarah dan rumah peninggalan raja-raja tempo dulu.

Kunjungan Bupati ke Rumah Usang di Jorong Benteng Kenagarian Sinuruik Kecamatan Talamau di sambut dengan baik oleh cucu kamanakan Kampuang Sinuruik, Rajo Adil, Tuaku nan elok dan Pangulu Rumah Usang serta pemuka adat lainnya yang tidak sempat di konfirmasi olah awak media.

Sementara Bapak Bupati dengan ibu di dampingi oleh Kepala Dinas Kominfo, Camat Talamau dan Wali Nagari Sinuruik Kemudian Hadir juga ditengah-tengah mereka Pengurus DPD LPPKI Pasaman Barat Andi Muzaki, Ketua 1 Syamsudin Mungka serta Ketua 2 Ariston, SH , Sekretaris DPD Rahma Shinta,SE dan Ir.H.JohniJ.David,ST.,SE.,SH.,MH. yang juga Putra sinuruik pengacara sukses Sulawesi sekaligus dewan pakar di LPP-KI (Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Konsumen Indonesia).

Menanggapi permintaan dari niniak mamak, cucu kamanakan Kampuang Sinuruik Bukik, Bupati Pasaman Barat menyetujui permintaan tersebut.

Selanjutnya Bupati Juga akan memberikan Bantuan awal sebesar 25.000.000 guna menyelesaikan pemugaran surau kampuang tingga yang juga merupakan bagian dari situs bersejarah tersebut.

Pada kesempatan lain awak media sempat juga menyerap informasi dari salah seorang ahli waris situs bersejarah tersebut yakni dengan Tuanku Elok (saudara Joni Putra).

Beliau menyampaikan beberapa benda bersejarah yang di koleksi oleh rumah usang sinuruik seperti; Talua Burung Garuda, Badia Sitengga, Tombak Jonggi, Cawan Mati Raso, Gadiang Gajah dan ada 4 buah pedang kuno namun beliau lupa nama-nama pedang tersebut.

Untuk melihat dan mengeluarkan benda bersejarah yang memiliki nilai yang sangat tinggi tersebut dari penyimpanan harus di lakukan pertemuan secara adat para niniak mamak serta cucu dan kamanakan ujarnya.

Selain koleksi benda bersejarah, pada lingkungan objek rumah peninggalan bersejarah yang berlokasi di jorong benteng itu juga terdapat Jiraik ( makam keluarga ) tuanku sati, makam Rajo Tuanku Nan Panjang, Surau Tingga, Anjungan Puti ( Rumah Tinggal Putri Raja ) dan Kopuak/Rangkiang ( Lumbung Padi ).

Lumbung Padi itu ada 3 kemudian masing-masing memiliki nama dan fungsi yang berbeda jelasnya.

Rangkiang Sitangguang Lapa adalah stok cadangan padi bagi rakyat jika rakyat kehabisan bahan pangan, rakyat dapat meminjam padi kepada kerajaan dan kemudian menggantinya kembali setelah selesai panen, Rangkiang Gajah Muram adalah stok padi yang akan di gunakan kerajaan dalam sehari-hari dan yang ketiga Rangkiang Sitinjau Lauit berfungsi bukan utuk penyimpanan padi namun untuk tower pos jaga pemantau/pengintai kemanan yang berada di daerah ketinggian.

Namun 2 dari rangkiang tersebut sudah rubuh dan hanya tersisa 1 rangking saja yakni rangkiang sitangguang lapa yang berukuran lumayan besar.

Wartawan Sam

Editor Thab411