Tausyiah ASN Diskominfotik Rohil: Ustadz Jefrizal Ingatkan Bahaya Lidah dan Pentingnya Empati

Diskominfotik Rohil gelar tausyiah bulanan bersama Ustadz Jefrizal. Ia mengingatkan ASN pentingnya menjaga lisan, membersihkan hati, menjauhi iri dengki, serta memperkuat empati dan ukhuwah Islamiyah dalam tugas dan kehidupan sehari-hari.

Tausyiah ASN Diskominfotik Rohil: Ustadz Jefrizal Ingatkan Bahaya Lidah dan Pentingnya Empati
Tausyiah Bulanan ASN Diskominfotik Rohil: Ustadz Jefrizal Ingatkan Bahaya Lidah dan Pentingnya Hati yang Bersih

LINTASTIMURMEDIA.COM – ROHIL | Rabu, 30 Juli 2025 — Dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN), Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Rokan Hilir kembali menggelar kegiatan tausyiah bulanan yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Tausyiah kali ini menghadirkan Ustadz Jefrizal sebagai penceramah utama. Dalam ceramahnya, Ustadz Jefrizal menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga silaturahmi, kebersihan hati, dan pengendalian lisan, terutama dalam kehidupan berorganisasi dan bekerja sebagai pelayan masyarakat.

“Lidah adalah cermin dari hati. Bila tidak dijaga, maka bisa menimbulkan fitnah dan perpecahan. Kita boleh membicarakan orang lain, namun hendaknya hanya menyampaikan kebaikan, bukan aib,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kekompakan dalam institusi pemerintah tidak semata-mata dilihat dari produktivitas kerja, tetapi juga dari kualitas hubungan antarsesama pegawai, yang dilandasi keikhlasan dan empati.

Dalam tausyiah tersebut, Ustadz Jefrizal menyinggung kisah Fir’aun dan Qarun sebagai contoh buruk dari pemimpin yang dikalahkan oleh kesombongan dan kerakusan. Kekuatan harta dan jabatan, kata Ustadz, tak berarti apa-apa bila hati dipenuhi dengan iri, dengki, dan kebencian.

“Ketika kita merasa lebih hebat dari orang lain, saat itu pula awal kehancuran dimulai. Maka sedekah adalah pelindung dari sifat kikir, dan kepedulian pemimpin terhadap stafnya adalah investasi amal jariyah yang akan terus mengalir,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan tentang nilai-nilai empati sosial dalam Islam, seperti mendoakan saudara yang bersin, menjenguk yang sakit, hingga menghadiri pemakaman. Menurutnya, sikap peduli terhadap sesama merupakan bagian dari ajaran Islam yang memperkuat ukhuwah dan kekompakan dalam lingkungan kerja.

“Ada dua momen yang tak perlu menunggu undangan resmi, yakni menjenguk orang sakit dan melayat orang wafat. Keduanya adalah wujud nyata solidaritas spiritual dalam Islam,” tambahnya.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Diskominfotik Mursal, S.H., Sekretaris Al Jabbar, para Kepala Bidang, serta seluruh ASN dan staf Diskominfotik Rokan Hilir. Kegiatan tausyiah rutin bulanan ini menjadi salah satu upaya membangun karakter ASN yang profesional, spiritual, dan loyal dalam menjalankan amanah pelayanan publik.